Material Galian C Pengembangan Pelabuhan Pangulubelo Disoroti, Bupati Wakatobi Nyaris Bentrok dengan Demonstran

  • Bagikan
Bupati Wakatobi Haliana (pakaian dinas) bersitegang dengan masa aksi, Senin (22/8/2022). (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM) 
Bupati Wakatobi Haliana (pakaian dinas) bersitegang dengan masa aksi, Senin (22/8/2022). (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM) 

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Sejumlah elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Wakatobi Menggugat melakukan aksi unjuk rasa meminta Bupati Wakatobi Haliana dan Polres Wakatobi bersikap tegas menyikapi maraknya aktivitas pertambangan galian C di Wakatobi, Senin (22 Agustus 2022).

Aliansi pemuda mahasiswa Wakatobi menggugat terdiri dari Aliansi Masyarakat Pemerhati Sulawesi Tenggara (AMPARA – SULTRA), Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ), Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN).

Jendral Lapangan, Arumey Saputra, meminta agar Pemda Wakatobi dan pihak kepolisian bersikap adil dan tegas, karena saat ini aktivitas galian C ilegal masi beroperasi di Kabupaten Wakatobi.

Padahal beberapa tahun lalu pihak kepolisian telah menahan sejumlah barang bukti dan pemilik pertambangan, bahkan hingga mempidanakan salah seorang pengelola tambang galian C ilegal. Tapi hingga kini, faktanya masih ada aktifitas pertambangan galian C.

Lebih mirisnya lagi, kata Arumey, proyek pengembangan Pelabuhan Pangulubelo yang menelan anggaran sebesar Rp 68 miliar bebas mendatangkan material galian C dari Kabupaten Buton. Material tersebut diduga ilegal karena tidak memiliki dokumen lengkap baik itu dokumen lingkungan dan bongkar muat. Tapi anehnya, tidak ada tindakan apapun dari pihak kepolisian maupun pihak-pihak terkait.

“Kalau material galian C ilegal sudah dilegalkan, maka kami minta Bupati Wakatobi umumkan supaya masyarakat bebas menambang dan mendapatkan timbunan. Kasian masyarakat kecil mau menimbun untuk membangun rumah bahkan masjid saja kita main kucing-kucingan dengan polisi seperti pencuri,” katanya.

Baca:   Akses Jalan Menuju Terminal Petikemas Kendari New Port Rusak Parah

“Sementara untuk proyek pembangunan proyek pemerintah bebas menggunakan material galian C ilegal, salah satunya pembangunan gedung di RSUD Kabupaten Wakatobi dan pengembangan Pelabuhan Pangulubelo itu,” tambahnya.

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa menilai, harusnya Bupati Wakatobi lebih tegas menyikapi persoalan ini, apalagi salah satu programnya adalah menjadikan Wakatobi sebagai kabupaten konservasi maritim.

“Pemda tidak bisa lepas tangan begitu saja, bayangkan penimbunan banyak habitat laut yang terkena dampak dan bongkar material galian C dan penimbunan di pelabuhan Pangulubelo,” paparnya.

Bupati Wakatobi, Haliana, saat menemui masa aksi mengaku tidak memiliki kewenangan mengawasi proyek tersebut karena Pelabuhan Pangulubelo berstatus nasional dan pekerjaan proyek tersebut bersumber dari anggaran Kementerian Perhubungan RI.

Begitu pula dengan material galian C yang di datangkan dari luar daerah, Pemda Wakatobi tidak punya kewenangan mengawasi persoalan itu.

“Persoalan seperti apa statusnya (galian C) yang dibawa ke sini, kita tidak punya kewenangan, yang punya kewenangan Syahbandar dan KP3,” terangnya.

Bahkan anehnya, ia mengaku tidak mengetahui apakah proyek tersebut masuk ke Wakatobi telah berkoordinasi dengan Pemda Wakatobi atau belum.

Termasuk, hingga saat ini Pemda belum mengeluarkan satupun izin kepada pengusaha terkait galian C. Namun jika masyarakat mengambil dari kebunnya, pihaknya juga tidak melarang.

Baca:   2020, Jambore Pemuda Indonesia Bakal Terselenggara di Sultra

Salah seorang orator aksi, Ipul sangat menyangkan sikap Bupati Wakatobi yang lepas tangan terkait persoalan proyek pengembangan Pelabuhan Pangulubelo. Sementara perlakuan berbeda dengan pekerjaan proyek talud Desa Wapia-pia tahun lalu, diketahui Pemda Wakatobi juga ikut mengintervensi izin lingkungannya.

“Padahal proyek talud di Wapia-pia secara tegas disampaikan Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup Wakatobi sedang menyusun dan mengupayakan percepatan penyusunan dokumen lingkungan. Kenapa saat ini mereka mengatakan bukan wewenangnya, bukan kah itu sebuah tipu muslihat dari seorang pemimpin negeri ini,” tegasnya.

Orator aksi lain, Emen Lahuda menduga Bupati Wakatobi Haliana ikut menyuplai material galian C ilegal kepada pihak kontraktor pengembangan Pelabuhan Pangulubelo karena hingga saat ini Pemda Wakatobi tidak berbuat apa.

Tak terima tudingan dari Emen Lahuda, Bupati Wakatobi Haliana langsung mendatangi dan adu mulut bersama pendemo, hingga aksi tersebut nyaris bentrok. (C)

(Baca juga: Tambang Galian C di Wakatobi Kembali Beroperasi dengan Kedok Pematangan Lahan Pertanian?)

(Baca: Aktifitas Tambang Galian C di Wakatobi Mandek, Pemda dan Kepolisian Beda Pendapat)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan