Mediasi DPD Buntu, Polemik Pergantian Ketua DPRD Muna Berlanjut di DPP Hanura

  • Bagikan
La Saemuna. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
La Saemuna. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Polemik pergantian Ketua DPRD Muna La Saemuna berlanjut di DPP Partai Hanura. Pasca mediasi yang dilakukan oleh DPD Partai Hanura Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak menemukan solusi, Kamis (12 Mei 2022).

Mediasi yang dilakukan oleh DPD Partai Hanura Sultra dengan menghadirkan pengurus anak cabang (PAC) se- Kabupaten Muna belum menemukan titik terang. Masih ada beberapa PAC yang menyatakan dukungan ganda terhadap pergantian Ketua DPRD Muna.

Ketua DPD Partai Hanura Sultra, WA Ode Nur Hayati, mengatakan sesuai dengan amanat DPP partai bahwa harus melakukan mediasi terhadap pergantian Ketua DPRD Kabupaten Muna masih belum menemukan titik terang alias buntu.

“Mediasinya masih buntu, semua masih berdiri kepada kebenaran masing-masing (PAC). Memperlihatkan masing-masing dukungan PAC, meskipun itu tidak ada dalam AD/ART partai,” ungkapnya ditemui usai melakukan mediasi di Kantor DPD Hanura di Kendari, Kamis (12 Mei 2022).

Dia mengungkapkan bahwa hasil mediasi yang dilakukan masih ada dukungan beberapa PAC ganda terhadap pergantian tersebut. Namun berdasarkan hasil sementara mengunggulkan Irwan dengan perolehan 10 suara dan Saemuna 4 suara. Sementara dukungan 8 PAC dinyatakan gugur karena ganda.

“Hasil itu belum bisa disimpulkan, kita akan kembalikan ke DPP Partai. Saya akan konsultasikan lagi ke DPP,” ucapnya.

Baca:   Partai Hanura Rekomandasikan Irwan Gantikan Ketua DPRD Muna

Sementara itu, La Saemuna juga mengakui DPD belum mengambil keputusan pada mediasi yang dilakukan dan diserahkan ke DPP. Masalah adanya terkotak-kotaknya PAC itu bukanlah masalah.

“Keputusannya itu hasil mediasi yang dilakukan oleh DPD belum punya hasil. Soal kotak-kotaknya PAC dan pendukung itu hal biasa dalam satu partai begini,” ucapnya.

Dia mengakui masih banyak anggota PAC yang masih menginginkannya untuk menduduki jabatan sebagai ketua DPRD Muna. Meskipun dalam “perjalanan” beberapa terakhir ada upaya konsolidasi lainlain sehingga terjadi kotak-katik di PAC.

Dikatakannya pula, dengan dikembalikannya di DPP Hanura dalam pengambilan keputusan itu sangat baik dan berharap bisa lebih obyektif dalam menentukan. Harapannya, DPP bisa menentukan pilihan berdasarkan capai-capaian atau prestasi Partai Hanura yang sudah ada di Muna saat ini.

“Kita berdoa saja mudah-mudahan DPP masih mempercayai kami sebagai ketua DPRD Muna, tidak ada pergantian,” pungkasnya.

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan