Melalui Beasiswa, Yayasan Ummusshabri Kendari Bersiap Menerima Siswa Asal Palestina

  • Bagikan
Kepala Yayasan Ummushabri Kendari Suprianto (tengah) saat berbincang dengan para guru, (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM
Kepala Yayasan Ummushabri Kendari Suprianto (tengah) saat berbincang dengan para guru, (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Menghadapi tahun ajaran baru, Yayasan Ummushabri Kendari akan memberikan peluang beasiswa kepada beberapa siswa dari berbagai negara. Sebagai permulaan yayasan akan memberikan beasiswa penuh kepada tiga anak Palestina.

Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Suprianto mengatakan bahwa nantinya bukan hanya anak Palestina yang diberikan beasiswa, melainkan juga ada beberapa negara, termasuk negara-negara yang berada di kawasan ASEAN seperti Malaysia, Filipina, Thailand, kemudian Brunei Darussalam.

“Itu nanti akan kita adakan kuota (beasiswa) tersendiri dan itu akan didapatkan beasiswa,” tutur Suprianto saat ditemui disela-sela acara Wisuda Santri XIV, Rabu (2/6/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan nantinya akan ada berbagai formula dalam menyediakan beasiswa. Salah satu contohnya yayasan akan mencarikan orang tua asuh apabila tidak bersumber dari keuangan yayasan.

“Dicarikan orang tua yang memang punya komitmen itu ya (mengasuh), karena memang kan dipengungsian terus sekolahnya tidak terjaga karena konflik,” ucapnya.

Untuk proses seleksi nantinya, anak-anak dari Palestina akan dilakukan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Apabila banyak yang mendaftar yayasan tetap akan menyediakan 3 kuota untuk tahun pertama.

Pada jenjang pendidikan yayasan akan menilai dan menempatkan sesuai dengan kelasnya. Jenjang sekolah akan diterima mulai dari kelas empat hingga kelas enam SD, kemudian SMP atau MTs serta Aliyah (MA).

Baca:   Nur Alam akan Beri Oleh-oleh 13 Ribu Baju Tenun

“Sekolahnya di Ummusshabri, jadi mereka belajar tentang budaya,” bilangnya.

Perjalanan dari luar negeri akan menjadi tanggungan yayasan dan hanya disiapkan satu kesempatan untuk pulang ke Palestina setelah tamat. Apabila mereka pulang sebelum tamat maka itu akan menjadi tanggung jawab sendiri.

“Beasiswa untuk anak Palestina (di Indonesia) ternyata belum ada kalau universitas sudah banyak, maka Ummusshabri pertama menawarkan di Indonesia,” pungkasnya. (B)

Laporan: Al Iksan
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan