Menparekraf Lirik Pegunungan Kapur Rammang-rammang Jadi Potensi Wisata Dunia

  • Bagikan
Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno Kunjungan ke Sulawesi Selatan mempromosikan Desa Wisata dalam program ADWI 2021 (Foto: Ist) 
Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno Kunjungan ke Sulawesi Selatan mempromosikan Desa Wisata dalam program ADWI 2021 (Foto: Ist) 

SULTRAKINI.COM: Sandiaga Salahudin Uno mempromosikan dan memperkenalkan kedunia objek wisata Rammang-rammang yang merupakan pegunungan kapur atau gugusan karst yang ada di pulau Sulawesi tepatnya di Desa Salenrang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Menjadi kebanggaan tersendiri untuk mengembangkan wisata di Indonesia. Sebagaimana di ketahui gugusan karst hanya terdapat di tiga lokasi di seluruh dunia yaitu di Maros dan dua lainnya berada di China Selatan dan Vietnam. Gugusan karts Ramang Ramang ini adalah pegunungan kapur terluas kedua setelah China.

Kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) ini di Sulawesi Selatan merupakan kunjungan terakhir dari rangkaian perjalanan mempromosikan desa wisata dalam program Anugerah Desa Wisata Indonsia 2021.

Sandiaga Uno, menyampaikan bahwa objek wisata Ramang Ramang akan mengikutsertakannya dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Sebab dari potensinya Ramang Ramang ini memiliki keindahan dan harusnya masuk dalam destinasi wisata kelas dunia. 

“Karena tidak semua tempat memilikinya (gugusan karst). Saat ini kami istilahkan masih tidur dan tersembunyi. Adalah tugas kami membangunkannya dan mengungkap pesonanya agar warga dunia mengetahui nilai kelangkaannya, eksotisnya,” tegas Sandiaga Uno dalam kunjungan kerja ke desa wisata Ramang Ramang, Kamis (17/6/2021).

Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno Kunjungan ke Sulawesi Selatan mempromosikan Desa Wisata dalam program ADWI 2021 (Foto: Ist)

Dalam memajukan objek wisata ini, Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB telah mengajukan secara resmi Geopark Nasional Maros-Pangkep sebagai kandidat Global Geopark Indonesia. 

Baca:   Atambua Siapkan 10 Kalender Event Crossborder 2017

Pengajuan dialamatkan kepada Sekertariat UNESCO di Paris seperti tertuang dalam surat 66600/A6/KS/2020 ditandatangi Executive Chairman for Indonesia Nasional Commision for UNESCO Prof Arief Rachman. Sebelumnya juga Geopark Ramang Ramang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada November 2017 lalu.
 
Sementara itu, penilaian ADWI 2021 keindahan alam menjadi salah satu kategori dan kategori lainnya adalah homestay, konten kreatif, desa digital, kuliner, kerajinan tangan, dan CHSE. 

ibu alimazi

Penetapan kategori tersebut bertujuan untuk mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan dan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas yang dapat diikuti oleh semua desa di Indonesia.
 
Saat ini sudah 231 desa mendaftar di ADWI 2021 sejak dibuka pendaftarannya pada tanggal 22 Mei 2021 sampai dengan tanggal 16 Juli 2021 mendatang. ADWI juga memiliki misi untuk membangun motivasi bagi pengembangan desa dan menjadi penggerak ekonomi di tingkat pedesaan. 

“Bagi kami industri wisata dan kebangkitan ekonomi dimulai dari desa wisata. Kami mengharapkan program ini mampu membuka peluang ekonomi, lapangan usaha, lapangan kerja seluas- luasnya,” kata Sandi.

Calon desa pendaftar juga tidak hanya bagi desa yang baru, melainkan desa wisata rintisan, berkembang, dan maju yang belum mendaftarkan di program ADWI 2021. Kemenparekraf mencatat setidaknya lebih dari 700 desa wisata yang masuk ke dalam data Desa Wisata Indonesia.

Baca:   GIPI Genjot Pengembangan Pariwisata Sultra

Untuk menjadikan Ramang Ramang sebagai destinasi wisata kelas dunia, Menparekraf akan memotivasi warga agar mempertahankan kualitas homestay. Kemudian, pihaknya mengeksposnya melalui platform digital oleh para konten kreator, salah satunya pasangan terheboh saat ini Atta Halilintar dan Thoriq Halilintar yang memiliki jutaan subscriber.

Pihaknya juga akan membuat jaringan internet dengan pembuatan tower BTS untuk menjamin koneksi internet yang selama ini kurang kuat dan tidak stabil di desa wisata Ramang Ramang menjadi lebih kuat sinyalnya dan stabil.

Sandiaga berharap, semua itu bermuara pada upaya membangkitkan ekonomi desa wisata. Banyaknya, peluang menghadirkan wisatawan baik lokal maupun internasional akan menaikkan pendapatan warga desa wisata.

“Bagi kami ini adalah pemerataan ekonomi yang tidak tersentuh langsung oleh program pembangunan nasional yang sedang berjalan,” tegas Sandiaga Uno. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan