Menteri Ketenagakerjaan Pertimbangkan Usulan BLK Kendari menjadi BBPVI

  • Bagikan
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah saat bertandang di BLK Kendari, Jumat (26/11/2021). (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengusulkan pada Kementerian Ketenagakerjaan agar Balai Latihan Kerja (BLK) Kelas I Kendari dapat dinaikan statusnya menjadi Balai Besar Berskala internasional.

Pemprov Sultra mengharapkan agar BLK Kendari dapat dinaikan atau ditingkatkan statusnya dari BLK Kelas I Kendari menjadi Balai Besar Pelatihan Vokasi Internasional (BBPVI) Sultra,” kata Sekda Sultra, Nur Endang Abbas dalam sambutannya pada acara serah terima hibah tanah milik Pemprov Sultra kepada Kemnaker RI yang dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, Jumat (26/11/2021).

Usulan tersebut kata Nur Endang Abbas karena BLK Kementerian Ketenagakerjaan di kawasan timur Indonesia belum ada satupun yang berstatus balai besar pelatihan vokasi internasional.

BBPVI agar dapat mencetak lebih banyak tenaga kerja lokal Sultra yang memiliki pengetahuan dan hard skill kejuruan, tersertifikasi dan siap pakai, sehingga dapat diserap oleh dunia usaha.

“Ini sangat penting, agar di kawasan timur Indonesia berdiri Balai besar untuk pengembangan latihan kerja berstandar internasional.

Menanggapi itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah mengaku akan mempertimbangkan usulan Pemprov Sultra untuk meningkatkan BLK Kendari menjadi Balai Besar Pelatihan Vokasi Internasional.

“Kami akan sangat mempertimbangkan keinginan Pemprov Sultra yang saya kira itu mencerminkan keinginan masyarakat karena didukung oleh DPRD untuk menjadikan BLK Kendari bertaraf internasional,” ungkapnya.

Baca:   Total 35 Desa di Buteng Bakal Pilkades Serentak

Namun demikian kata Ida Fauziyah, harus kenaikan status menjadi Balai Besar harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, kapasitas instruktur, setelah itu baru bisa diajukan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Prosesnya untuk menjadi Balai Besar harus ada persetujuan dari Kementerian PANRB. Yang kita mulai dulu adalah penyiapan sarana dan prasarana, termasuk salah satunya adalah perluasan BLK ini,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala BLK Kendari, Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu mengungkapkan, saat ini sementara melakukan pembenahan sebagai persyaratan menuju BBPVI. Kedepan, pihaknya akan memperluas jumlah kejuruan di BLK Kendari.

“Insya Allah menuju BBPVI kita siap. Untuk sementara fokus prioritas pertama membuka workshop otomotif alat berat dengan dua program yaitu mekanik dan operator,” pungkasnya. (B)

Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan