Menyongsong Pembangunan Koltim Lebih Baik Lagi, Masyarakat Diharapkan Ikut Bergandengan Tangan

  • Bagikan
Bupati Kolaka Timur terpilih, Samsul Bahri Majid. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

SULTRAKINI.COM: KOLAKA TIMUR – Menyambut pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada Kolaka Timur 2020, pasangan Samsul Bahri Majid dan Andi Merya Nur berharap, masyarakat tidak larut dalam perbedaan pilihan ketika pemilihan Desember 2019. Masyarakat sudah saatnya saling bergandengan tangan membawa misi besar untuk membangun daerah yang lebih baik lagi.

Tepatnya Jumat, 26 Februari 2021, pasangan nomor urut 02 Samsul Bahri Majid dan Andi Merya Nur akan resmi menyandang status Bupati dan Wakil Bupati Koltim. Di balik itu, ada harapan besar, bahwa perbedaan pilihan masyarakat sewaktu pemilihan 9 Desember 2020 tidak berlanjut hingga mengurangi semangat membangun daerah.

Sejatinya kata Samsul Bahri Majid, apa yang terjadi di Pilkada adalah hal wajar dalam perbedaan pilihan dan dukungan. Hal ini hanya dinamika politik sementara sebab itulah cara menyeleksi lahirnya pemimpin.

Kemenangan Pilkada 2020 merupakan milik bersama semua masyarakat Koltim tanpa terkecuali. Hasil perjuangan di pilkada kemarin bagian dari kehendak Tuhan. Dirinya bersama Tony Herbiansyah, bupati sebelumnya sesungguhnya sama-sama berjuang untuk Koltim yang lebih baik, hanya saja kesempatan melanjutkan pembangunan daerah diamanahkan pada dirinya bersama Andi Merya Nur yang tidak lain petahana wakil bupati.

Baca:   Gubernur Sultra Berikan Penghargaan kepada Ibu Inspiratif

“Memang saya dan Pak Tony sama-sama berjuang, tapi Allah menghendaki SBM (Samsul Bahri Majid-Andi Merya Nur) untuk menjadi bupati dan wakil. Olehnya itu mari kita bergandengan tangan menatap dan membangun Kolaka Timur ke arah yang lebih baik lagi lima tahun ke depan. Pembangunan di Koltim ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu dua orang saja, harus betul-betul satu niat, satu misi, bahkan satu program,” ucapnya, Rabu (24/2/2021).

Terlepas dari itu, dirinya tidak akan menggelar syukuran besar-besaran, cukup syukuran kecil dan doa bersama sebab pandemi Covid-19 masih melanda Provinsi Sultra, termasuk Kabupaten Koltim. Terlebih, Pemerintah Daerah Koltim masih dalam situasi Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat kabupaten.

“Kalau ada penjemputan langsung dari masyarakat saat pelantikan, kita tidak bisa larang juga karena mungkin itu luapan kebahagiaan mereka secara spontan. Kalaupun ada, kami minta patuhi protokol kesehatan. Sebenarnya yang kita inginkan adalah zikir dan doa bersama,” jelasnya.

Bupati Kolaka Timur terpilih, Samsul Bahri Majid. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

Visi dan Misi Samsul Bahri Majid dan Andi Merya Nur

Dalam Debat Publik Pilkada pada November 2020, Samsul Bahri Majid dan Andi Merya Nur sempat menyampaikan visi misi mereka apabila diamanahkan menjadi bupati dan wakil bupati Koltim.

Baca:   Pj Bupati Konawe: Perayaan HUT RI di Konawe Tetap Akan Meriah

Visi
Mewujudkan sejahtera bersama masyarakat Koltim yang agamis, maju, mandiri, dan berkeadilan.

Misi

  1. Peningkatan sumber daya manusia yang berasaskan ajaran-ajaran agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta budaya muatan lokal.
  2. Peningkatan aksesibilitas, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
  3. Percepatan kualitas infrastruktur publik yang efektif dan memadai;
  4. Penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan transparan melayani masyarakat;
  5. Peningkatan ekonomi masyarakat dan produktivitas pertaian, perkebunan, penguatan UMKM, koperasi dan pelaku usaha;
  6. Penguatan peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat;
  7. Pembinaan dan pemberdayaan kepemudaan, olahraga, dan seni budaya;
  8. Mengembangkan potensi wisata;
  9. Terwujudnya masyarakat yang aman, damai, dan tertib;
  10. Pengelolaan lingkungan hidup secara profesional, selaras, serasi, dan seimbang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hasil Pilkada 2020, Samsul Bahri Majid-Andi Merya Nur mengungguli pasangan Tony Herbiansyah-Baharuddin dengan perolehan masing-masing 38.409 suara atau 52,06 persen serta 34.630 suara atau 47,04 persen dari total 73.039 suara sah.

Penetapan pasangan kepala daerah terpilih tergolong cepat sebab tidak ada pengajuan sengketa perselisihan hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi.

Sehubungan pelantikan nanti, tidak hanya kepala daerah Kabupaten Koltim disahkan gubernur. Kepala daerah dari Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kabupaten Buton Utara juga akan dilangsungkan di Gedung Merah Putih Rujab Gubernur Sultra.

Baca:   Pemprov Sultra Gelar Rapat Koordinasi Sambut Kunjungan Presiden

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan