Miris, Bocah di Wakatobi Terpaksa harus Keluar dari RSUD Karena Tak Punya Biaya

  • Bagikan
Pasien anak di Wakatobi terpaksa harus pulang ke kampung halaman menggunakan bodi batang karena tak punya biaya rumah sakit. (Foto: Ist)
Pasien anak di Wakatobi terpaksa harus pulang ke kampung halaman menggunakan bodi batang karena tak punya biaya rumah sakit. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Sungguh pilu nasib yang dialami warga Desa Sampela, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Ira terpaksa harus memulangkan anaknya dari RSUD Wakatobi karena tidak mampu membayar biaya pengobatan anaknya, Kamis (24 Maret 2022).

Dimanah baru terhitung tiga jam Saprin bocah berusia 5 tahun itu di rawat di RSUD Wakatobi mereka harus membayar Rp530.000.

“Saprin masuk ke RSUD Wakatobi sekitar pukul 10.41 Wita, namun terpaksa dipulangkan sekitar pukul 2.05 Wita,” kata salah seorang kerabat pasien Musliadin.

Musliadin mengatakan, saat mereka masuk, pegawai RSUD Wakatobi telah menyampaikan agar pasien diuruskan BPJS kesehatan agar tidak membayar biara pengobatan selama pasien dirawat di rumah sakit.

“Sehingga kami rembuk keluarga dan hasil kesepakatan kita pulang dulu sambil kita urus BPJS karena pasien sama sekali tidak punya uang,” ungkap ketua Kerukunan keluarga (Kekar) Bajo Wakatobi ini.

Ia mengungkapkan, untuk sewa mobil untuk datang ke RSUD dan biaya obat orang tua pasien tidak mampu membayar sehingga keluarga dan kerabat yang patungan untuk membayar.

“Jadi kami berpikir, bagaimana kalau rawat inapnya lama kira-kira berapa puluh juta yang harus dibayar oleh keluarga pasien, ini baru 3 jam saja sudah harus bayar Rp.530.000,” ungkapnya.

Baca:   Kemdikbud Pastikan Pihak SMAN 1 Wangi-wangi Diganjar Sanksi Atas Aksi Joget Erotis

Terpaksa keluarga memulangkan pasien dalam keadaan sakit ke kampung halaman di Sampela Kecamatan Kaledupa.

Padahal sebelum, saat kampanye Haliana menyampaikan ke masyarakat jika dirinya terpilih sebagai Bupati Wakatobi maka ia pastikan tidak ada masyarakat Wakatobi yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan karena tidak memiliki biaya.

Saat di konfirmasi, Staf Khusus Bupati Wakatobi bidang kesehatan Yusdin Rahmad enggan berkomentar banyak.

“Terkait kebijakan pasien itu bisa ditanyakan langsung ke Dirut RSUD Wakatobi jika pelayanan dalam RSUD, terkait pelayanan di Puskesmas secara umum dapat di tanyakan ke Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Hingga berita ini dinaikkan, direktur RSUD Wakatobi Munardi belum dapat di konfirmasi. (B)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan