Komplotan Begal Gunakan Istri untuk Pancing Korban

  • Bagikan
Komplotan begal saat diamankan di Polsek Poasia, Minggu (29/7/2018), (Foto : Wayan Sukanta/SULTRKINI.COM)
Komplotan begal saat diamankan di Polsek Poasia, Minggu (29/7/2018), (Foto : Wayan Sukanta/SULTRKINI.COM)

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Tim Buru Sergap (Buser), Polsek Poasia, meringkus komplotan begal yang kerap beraksi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Komplotan begal yang terdiri dari lima orang pelaku ini, terkenal sadis. Tidak tanggung-tanggung, para pelaku juga kerap menganiaya korbannya saat beraksi menggunakan Samurai.

“Lima orang pelaku ini sebagian rata-rata masih remaja dan satu diantaranya ada yang masih berstatus pelajar. Para pelaku dintaranya berinisial ST, LO, AG, RE dan JY,” ujar Kanit Buser Polsek Poasia, AIPTU Kadek Andyana, Minggu (29/7/2018).

Kadek menambahkan, kelima pelaku ditangkap di pelataran cafe KTOS, jalan Saranani, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, pada Sabtu malam (28/7/2018).

Sementara itu, hasil kejahatan yang diperoleh dari tangan korban, telah dijual oleh pelaku melalui grub jual beli facebook dengan harga murah.

ibu alimazi

“Penangkapan dilakukan setelah menerima adanya laporan salah satu korban. Menindaklanjuti laporan itu, kami kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi idenditas para pelaku. Komplotan ini sudah kerap beraksi di sekitar wilayah Poasia. Sasaran mereka adalah untuk mengambil harta benda para korbannya,” terang Kadek.

Salah satu pelaku berinisial LO mengaku, sudah dua kali melakukan aksi pembegalan di kota Kendari. Mirisnya dalam melakukan aksinya, pria bertato ini memperalat istrinya untuk menjebak setiap calon korbannya.

Baca:   Bawa Kabur Motor, JE Diringkus di Kolaka

“Istri saya bertugas memancing calon korban melalui chatingan di facebook untuk ketemuan. Setelah mereka bertemu di tempat yang sudah ditentukan, kami langsung menemui mereka dan langsung mengambil barang-barang berharga miliknya,” kata LO dihadapan penyidik Polsek Poasia.

Guna proses penyidikan lebih lanjut, kelima pelaku saat ini masih mendekam di sel tahanan Polsek Poasia. Sementara istri salah satu pelaku masih buron dan dalam pengejaran petugas.

Laporan : Wayan Sukanta
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan