Nama Mertua Rasman Manafi Diabadikan Menjadi Nama Monumen

  • Bagikan
Peresmian MTK Ir. Bambang Soekartiko-Ir. Dwiatmo Siswomartono M.Sc, Selasa (2 Juli 2024). FOTO: IST

SULTRAKINI.COM: Ayahanda Ketua TP PKK Kota Baubau, Ibu Reffiani Dwiatmo Rasman, bernama Ir. Dwiatmo Siswomartono, M.Sc adalah resmi menjadi nama baru Monumen Tanah Kritis (MTK) di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar.

Pemberian nama dari mertua Wali Kota Baubau, Muh Rasman Manafi, dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) pada Selasa (2 Juli 2024) dengan nama resmi MTK Ir. Bambang Soekartiko-Ir. Dwiatmo Siswomartono M.Sc.

Turut hadir istri Ir. Bambang Soekartiko, yakni Ambrenali Reksoprodjo, dan istri dari Ir. Dwiatmo Siswomartono M.Sc, yakni Srigati Dwiatmo.

Termasuk rombongan dari ketua Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI).

Ketua MKTI Maria Ratnaningsih mengungkapkan, penamaan baru MTK merupakan salah satu momentum yang sangat penting bagi semua pihak.

Terutama terhadap keluarga kedua tokoh rimbawan yang kini namanya disematkan dalam MTK.

Dua tokoh tersebut getol memberikan edukasi dan motivasi terhadap konservasi tanah kritis.

“Khususnya untuk praktik dalam program konservasi. Karena dari sini kita dapat belajar bagaimana mengelola lahan kritis, kemudian bisa dimanfaatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dyah Murtiningsih mengungkapkan, penamaan baru MTK atas inisiasi dan fasilitasi dua tokoh rimbawan yang banyak berkontribusi di bidang konservasi tanah dan air.

Baik melalui karya dan kiprahnya secara nasional maupun internasional.

“Kedua tokoh ini kontribusinya nyata di bidang KTA (konservasi tanah dan air). Atas inisiasinya juga, sehingga terbangun Monumen Tanah Kritis ini,” ungkap Dyah.

“Maka kami melakukan penamaan monumen menggunakan nama dua tokoh tersebut, yaitu Ir. Bambang Soekartiko dan Ir. Dwiatmo Siswomartono, M.Sc.,” imbuhnya.

Dyah berharap, adanya MTK ini dapat meningkatkan kesadaran bahwa kegiatan konservasi tanah dan air sangat penting.

Ini sebagai upaya pencegahan dan penurunan tingkat kekritisan lahan, serta dapat meningkatkan produktivitas tanah sebagai sumber daya alam yang krusial untuk mendukung kehidupan.

Dalam kegiatan yang sama juga dilakukan penanaman bibit pohon di kawasan MTK Ir. Bambang Soekartiko-Ir. Dwiatmo Siswomartono agar kedepannya bisa lebih asri.

Laporan: Frirac

  • Bagikan