SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Sejak Kamis pagi, Ayudin alias Piiku (42), warga Desa Torombia, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara, belum kembali ke rumah setelah pergi melaut untuk mencari gurita.
Keluarga yang mulai khawatir kemudian melakukan pencarian bersama masyarakat sekitar pada Jumat (2/10/2026). Dalam pencarian tersebut, mereka menemukan longboat yang biasa digunakan Ayudin untuk melaut.
Namun, keberadaan Ayudin tidak ditemukan bersama perahu tersebut. Kondisi itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang hingga akhirnya Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima informasi terkait dugaan kecelakaan kapal tersebut.
Kepala KPP Kendari Amiruddin AS mengatakan, laporan kejadian diterima Comm Centre KPP Kendari dari Idham yang merupakan pihak BPBD Buton Utara, Jumat sekitar pukul 14.40 Wita.
“Korban diduga terjatuh dari longboat di sekitar perairan Desa Torombia, Kecamatan Kulisusu Utara,” kata Amiruddin berdasarkan laporan yang diterima pihaknya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, KPP Kendari kemudian mengerahkan Tim Rescue menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) pada pukul 15.00 Wita.
Jarak lokasi kejadian dari Dermaga Basarnas Kendari mencapai sekitar 47 nautical mile atau sekitar 87 kilometer. Perjalanan dilakukan untuk memberikan bantuan pencarian dan pertolongan terhadap korban.
Tim Rescue KPP Kendari tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 18.10 Wita. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan nelayan dan masyarakat setempat untuk mengetahui informasi serta perkembangan pencarian korban.
Namun, operasi SAR tidak dapat dilanjutkan hingga malam hari. Pada pukul 18.30 Wita, Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian dan akan kembali melanjutkannya pada Sabtu (3/10/2026) mulai pukul 07.00 Wita.
Dalam operasi tersebut, KPP Kendari melibatkan SMC dan staf SMC, rescuer KPP Kendari, Kepala Desa Torombia, Babinsa Torombia, masyarakat sekitar serta keluarga korban.
Sejumlah peralatan SAR turut dikerahkan, di antaranya RIB, longboat, Rescue Car, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi dan perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di sekitar lokasi terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 21 kilometer per jam dari arah timur laut. Sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1 meter.
Amiruddin menyebutkan, Ayudin sebelumnya berangkat melaut pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 05.00 Wita untuk mencari gurita. Hingga pencarian dihentikan sementara, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.
Laporan: Andi Mahfud












