Nenek yang Hilang di Hutan Desa Paku Jaya Ditemukan Meninggal

  • Bagikan
Tim Basarnas Kendari berhasil menemukan korban yang hilang di hutan Desa Paku Jaya, (Foto: Dok. Basarnas)
Tim Basarnas Kendari berhasil menemukan korban yang hilang di hutan Desa Paku Jaya, (Foto: Dok. Basarnas)

SULTRAKINI.COM: KONAWEBasarnas Kendari dan tim gabungan dari aparat setempat berhasil menemukan wanita paruh baya Dhani (60) yang dinyatakan hilang di hutan Desa Paku Jaya, Kabupaten Konawe, dalam keadaan meninggal, sekitar pukul 15.20 Wita, Sabtu (07/08/2021).

Dhani (60) ditemukan setelah 6 hari pencarian oleh pihak Basarnas Kendari dan tim gabungan dari pemerintah setempat. Awalnya ia dinyatakan hilang saat pergi mencari kayu di hutan dan tidak kunjung pulang pada Minggu (01 Agustus 2021) sekitar pukul 07.00 Wita.

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan, Tim SAR gabungan berhasil menemukan nenek yang hilang  keadaan meninggal dunia. Jarak penemuannya sekitar 838 meter arah Barat Daya dari posko di Desa Paku Jaya.

“Sekitar pukul 15:20 Wita Tim SAR menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban telah dievakuasi ke rumah korban di Desa Paku Jaya,” kata Arif Sofingi dalam siaran persnya, Sabtu (07/08/2021).

Selanjutnya, pada pukul 16:30 Wita, korban diserahkan ke pihak keluarga oleh Tim SAR untuk segera dikebumikan.

Unsur yang terlibat dalam pencarian korban tersebut terdiri dari 7 orang Rescuer KPP Kendari, 1 orang Babinsa Desa Paku Jaya, 1 orang aparat setempat, dan dibantu masyarakat sekitar serta keluarga korban.

Baca:   Indra Dilaporkan Hilang di Hutan Konut Usai Izin Kencing Dekat Kali

Salah satu keluarga korban Taslim, saat dikonfirmasi media ini, membenarkan hal tersebut, jika korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dan diserahkan ke pihak keluarga.

ibu alimazi

“Iya benar, ini baru saja selesai penguburannya,” jelasnya lewat via telepon.

Atas kejadian itu, pihak keluarga tidak melakukan autopsi kepada korban untuk mengetahui motif kematiannya.

“Tidak ada kecurigaan yang lain kita pikirkan, karena kita tau nenek sudah tua begitu, jadi tidak perlu autopsi,” ucapnya.

Ia juga mengakui, pada awalnya pihak keluarga tidak mencurigai atas hilang korban ketika pergi mencari kayu di hutan, karena korban memang biasanya suka terlambat pulang.

“Tidak menentu pulangnya, biasa pergi pagi pulang tengah hari dan biasanya mau magrib baru pulang,” ungkapnya.

Pihak keluarga juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam membantu menemukan keluarganya yang telah hilang itu.

“Saya sangat berterima kasih, untuk semua pihak yang sudah membantu,” pungkasnya. (B)

Laporan: Andi Nur Aris.S
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan