Netfid Sultra akan Turunkan Relawan untuk Kawal Pilkada di Tujuh Daerah

  • Bagikan
Rasid Ramadan selaku Bidang Hukum Netfid Sultra. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2020 kini memasuki masa tenang. Jika merefleksikan sejak tahapan pendaftaran dan massa kampanye selama 70 hari, cukup melelahkan berbagai stakeholder, seperti KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan dalam mengawal pesta rakyat ini. Mereka terus berupaya menjalankan program sesuai tupoksi demi menyukseskan jalannya pilkada.

Di Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun ini terdapat tujuh daerah menggelar pilkada serentak, yakni Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Muna, Buton Utara, Kolaka Timur, dan Kabupaten Wakatobi.

Melihat kilas balik perjalanan Pilkada di tujuh kabupaten tersebut, yang kini waktu pencoblosan tinggal menghitung jam, Network For Indonesian Democratic Society/Jaringan Demokrasi Masyarakat Indonesia atau Netfid Sultra sebagai salah satu lembaga pemantau pemilihan berharap pelaksanaan pilkada pada tujuh daerah itu berjalan dengan baik dan berkualitas.

“Terlepas dari fenomena pelaksanaan kampanye, kami berharap pilkada bisa sukses dengan hasil yang jauh dari kecurangan,” kata Rasid Ramadan selaku Bidang Hukum Netfid Sultra, Senin (7/12/2020).

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Sejak 6 Desember 2020 hingga 8 Desember besok memasuki masa tenang. Semoga tidak ada gerakan-gerakan yang menciderai jalannya pilkada dan masyarakat tidak dibuat gaduh dengan gerakan-gerakan yang menciderai pesta demokrasi ini,” sambungnya.

Baca:   Maju Pilkada 2020, Bakal Calon Kepala Daerah Wajib Lolos Tes Kesehatan, Ini Ketentuannya

Netfid Sultra kata dia, akan mengawal proses pilkada ini hingga babak akhir. Jika terjadi proses yang tidak sportif dari pihak-pihak yang menginginkan pilkada carut marut Netfid bisa saja mengeluarkan rekomendasi kepada Bawaslu agar diproses sesuai aturan yang berlaku.

Dia menyebut, Netfid Sultra akan menurunkan relawan untuk memantau secara langsung pilkada di tujuh daerah di Sultra. Ada tiga hal yang menjadi fokus pemantauan, yaitu politik uang, intimidasi pemilih, dan keterlibatan ASN.

“Kami juga sudah memetakan titik kerawanan pilkada, apalagi di masa tenang ini. Beberapa hal yang menjadi fokus adalah wacana yang mengalir terkait politik uang. Ini kita akan kawal serius jika terjadi,” tambahnya. (C)

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan