Nilai Ekspor Sultra Mei 2019 Turun 27,06 Persen

  • Bagikan
Grafik batang perkembangan ekspor Sultra pada Mei 2019. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)
Grafik batang perkembangan ekspor Sultra pada Mei 2019. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat nilai ekspor Sultra pada Mei 2019 mengalami penurunan sebesar 27,06 persen dibanding April 2019 yaitu dari US$181,32 juta menjadi US$132,25 juta. Sedangkan volume ekspor tercatat naik 15,93 persen, dari 685,98 ribu ton menjadi 795,28 ribu ton.

Kepala BPS Sultra, Mohammad Edy Mahmud, mengatakan nilai ekspor langsung dari Sultra pada Mei 2019 mengalami penurunan 35,25 persen dibanding April 2019 yaitu dari US$147,72 juta menjadi US$95,65 juta. Sedangkan volumenya naik 15,88 persen dari 674,09 ribu ton pada April 2019 menjadi 781,15 ribu ton pada Mei 2019.

“Secara kumulatif total ekspor Sultra Januari sampai Mei 2019 tercatat US$652,37 juta atau turun 27,06 persen di banding periode yang sama tahun 2018. Berbeda dengan volume ekspor kumulatif Januari sampai Mei 2019 mengalami kenaikan 15,93 persen di banding Januari sampai Mei 2018 yaitu dari 3.957,91 ribu ton menjadi 4.724,93 ribu ton,” jelas Edy, Senin (1/7/2019).

Lanjut Edy, ekspor Sultra pada Mei di dominasi oleh kelompok komoditi besi dan baja dengan nilai US$105,46 juta; selanjutnya kelompok komoditi biji logam, kerak dan abu logam US$ 2,08 juta dan kelompok komoditi ikan dan udang US$2,95 juta.

Baca:   Hadirkan Aplikasi Info Pajak, Bapenda Sultra "Warning" Seluruh Stakeholder Agar Tidak Mempersulit Wajib Pajak

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Kenaikan terbesar ekspor Sultra Mei 2019 dibanding April 2019 terjadi pada komoditi biji, kerak, dan abu logam senilai US$4,72 juta atau 25,74 persen,” ucapnya.

Negara tujuan ekspor utama Sultra Mei 2019, yaitu Tiongkok dengan nilai ekspor US$82,81 juta, India US$39,24 juta, Taiwan US$4,95 juta, Korea Selatan US$2,25 juta dan Amerika Serikat US$1,85 juta.

“Selama periode Januari sampai Mei 2019 Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama terbesar dengan nilai US$510,62 juta atau 78,27 persen di ikuti India dengan nilai US$94,74 juta atau 14,52 persen serta Taiwan dengan nilai US$20,47 juta atau 0,13 persen,” ungkap Edy.

Jika dilihat ekspor dari sektor ekonomi pada bulan Mei 2019 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$108,66 juta atau 82,17 persen sektor pertambangan US$23,41 juta atau 17,70 persen dan sisanya sektor pertanian US$0,17 juta atau 0,13 persen.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan