Nilai Impor Sultra Naik Lagi, Didominasi Besi dan Baja Seperti Ferrochromium

  • Bagikan
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, (Foto: Screenshot video rilis BPS Sultra)
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, (Foto: Screenshot video rilis BPS Sultra)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Nilai impor Sulawesi Tenggara pada Juni 2021 tercatat US$190,09 juta atau mengalami kenaikan sebesar 33,34 persen dibanding impor Mei 2021 yang tercatat US$142,57 juta. Sedangkan, volume impor pada Juni 2021 tercatat 385,66 ribu ton atau naik 1,71 persen dibanding impor Mei 2021 yang tercatat 379,17 ribu ton.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra mencatat nilai impor Sultra selama periode Januari 2019 – Juni 2021,  tertinggi tercatat pada November 2020 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019 yaitu US$28,75 juta. Sementara itu, volume impor tertinggi tercatat pada November 2020 yang mencapai 1.707,17 ribu ton dan terendah di Januari 2019 dengan volume 38,99 ribu ton.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, mengatakan impor Sultra Juni 2021 didominasi oleh kelompok komoditi Besi dan Baja dengan nilai US$40,04 juta (36,39 persen) dan diurutan kedua adalah kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral dengan nilai US$46,94 juta (24,69 persen).

“Barang yang diimpor berupa besi dan baja itu contohnya seperti Ferrochromium dan bahan bakar mineral contohnya bahan bakar batu bara,” ujar Agnes, Senin (2/8/2021).

Kenaikan terbesar impor Sultra Juni 2021 dibanding Mei 2021 terjadi pada kelompok komoditi Besi dan Baja senilai US$40,04 juta (naik 137,45 persen).

Baca:   Januari 2019: Ekspor Sultra Naik, Impor Turun

Sedangkan kenaikan nilai impor Sultra pada Juni 2021 sebesar 33,34 persen dibanding bulan sebelumnya disebabkan adanya kenaikan impor terbesar dari Negara Afrika Selatan senilai US$25,56 juta (naik 93,96 persen).

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Kemudian, dari sisi peranan terhadap total impor Januari-Juni 2021, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$389,39 juta (43,29 persen), diikuti Afrika Selatan dengan nilai US$180,52 juta (27,76 persen), dan Australia dengan nilai impor US$126,50 juta (14,06persen). 

“Sehingga peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 77,43 persen dari total impor Sultra pada Januari-Juni 2021. Lalu impor menurut golongan penggunaan barang, selama Juni 2021 yakni bahan baku/penolong yang memberikan peranan terbesar yaitu 93,45 persen dengan nilai US$177,64 juta,” ungkap Agnes.

Jika dibandingkan selama Januari-Juni 2021 pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami penurunan sebesar US$0,77 juta (turun 52,64 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikan sebesar 47,11 persen atau senilai US$265,79 juta dan barang modal turun 47,04 persen atau senilai US$61,06 juta.

Untuk di ketahui, nilai neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara Juni 2021 mengalami surplus sebesar US$291,41 juta. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan Sulawesi Tenggara Januari-Juni 2021 mengalami surplus US$1.006,13 juta. 

Baca:   Jelang Pemilu 2019, Dandim 1417 Kendari Tegaskan Tolak Paham Radikalisme

Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-Juni 2020), dimana nilai neraca perdagangan Sulawesi Tenggara mengalami surplus US$69,57 juta. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan