November 2021 Sultra Inflasi 0,33 Persen, Berikut Komoditas Pemicunya

  • Bagikan
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti (Foto: Potongan vidio rilis BPS Sultra) 

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) gabungan dua kota Indeks Harga Konsumen di Sulawesi Tenggara pada November 2021 Sulawesi Tenggara mengalami inflasi 0,33 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 107,27 Oktober 2021 menjadi 107,62 pada November 2021. 

Tingkat inflasi tahun kalender yakni Januari-November 2021 sebesar 2,36 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun November 2021 terhadap November 2020 sebesar 2,98 persen.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, mengatakan masing-masing kota di Sultra mengalami inflasi untuk Kota Kendari inflasi 0,19 persen sedangkan di Kota Bau-bau inflasi 0,80 persen. 

“Dilihat dari perkembangan harga bulan kebulan di Kota Kendari sepanjang 2021 sebagian besar mengalami kenaikan dan inflasi tertinggi tercatat pada Bulan Mei 1,16 persen dan yang terendah pada bulan November 0,19 persen,” ujar Agnes, Rabu (1/12/2021).

Lanjutnya, sedangkan penurunan harga di Kota Kendari terjadi pada Januari, Februari dan Oktober, ini juga tercatat deflasi di bulan Oktober merupakan deflasi yang terdalam yakni 0,70 persen.

Kemudian, Kota Baubau perkembangan harga bergerak secara fluktuasi inflasi tertinggi tercatat pada Mei yaitu 1,03 persen dan terendah pada Agustus 0,12 persen dan deflasi terdalam terjadi pada Maret 0,99 persen dan terendah pada September 0,34 persen.

Baca:   Pemprov Sultra Laksanakan Sosialisasi Permendagri Terkait Penyusunan APBD TA 2019

Agnes menyampaikan bahwa inflasi pada November 2021 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,68 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,36 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,29 persen.

“Kemudian inflasi juga dipicu kelompok transportasi 0,28 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,26 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan serta kelompok kesehatan masing-masing 0,13 persen; serta kelompok pakaian dan alas kaki 0,10 persen,” terangnya.

Pada November 2021 juga terdapat satu kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,23 persen. Sedangkan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan/relatif stabil.

Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2021, antara lain cakalang diawetkan, celana pendek pria, tarif kendaraan roda 4 online, ikan layang/ikan benggol, multiroof/genteng metal, jeruk nipis/limau, ikan teri, kol putih/kubis, minyak goreng serta pepaya. 

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain rok luar model biasa, ketela rambat, jagung muda/putren, tomat, jantung pisang, apel, cabai rawit, kunyit, ikan tembang serta pir.

Pada November 2021 dari 11 kelompok pengeluaran, delapan kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, satu kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen, dan dua kelompok relatif stabil yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran serta kelompok pendidikan. 

Baca:   Atlet Sepak Takraw Sultra Menuju PON di Papua, Optimis Bawa Pulang Emas

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,22 persen; kelompok transportasi dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,04 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,02 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok pakaian dan alas kaki masing-masing 0,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,005 persen; serta kelompok kesehatan sebesar 0,003 persen.

“Jadi pada November 2021 dari kota-kota IHK di Pulau Sulawesi yang berjumlah 13 kota, 11 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Baubau sebesar 0,80 persen dengan IHK 105,84 dan inflasi terendah tercatat di Manado 0,03 persen dengan IHK 107,54,” tambah Agnes.

Sementara deflasi terdalam tercatat di Kotamobagu 0,53 persen dengan IHK 107,95 dan deflasi terendah tercatat di Gorontalo 0,36 persen dengan IHK 106,14. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan