SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode, Nur Alam menjadi narasumber utama dalam kuliah umum bertajuk Politik Hukum: Teori dan Praktik Ketatanegaraan di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Senin (2/5/2026).
Kegiatan ini merupakan perkuliahan perdana bagi mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum, Magister Hukum, dan Magister Ilmu Pemerintahan.
Dalam pemaparannya, Nur Alam menegaskan bahwa hukum dan politik merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam praktik pemerintahan. Ia menyebut, arah pembentukan hukum sangat dipengaruhi oleh dinamika dan kepentingan politik yang berkembang.
“Politik hukum adalah arah kebijakan negara dalam membentuk dan menjalankan hukum. Dalam praktiknya, hukum tidak pernah berdiri sendiri, karena selalu dipengaruhi oleh kekuatan politik,” ujarnya.
Ia juga membagikan pengalaman selama memimpin pemerintahan, di mana pengambilan kebijakan tidak hanya bertumpu pada norma hukum, tetapi turut mempertimbangkan kondisi sosial dan politik di masyarakat.
“Sebagai kepala daerah, kita tidak hanya bicara aturan, tetapi bagaimana kebijakan itu bisa diterima dan dijalankan secara efektif. Di situlah tantangan politik hukum,” katanya.
Sementara itu, Rektor Unsultra, Jamhir Safani, menyampaikan bahwa kehadiran Nur Alam memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran di kampus.
Ia mengungkapkan, selain sebagai Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Sulawesi Tenggara, Nur Alam juga resmi menjadi dosen tetap di Unsultra sejak 2026.
“Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik terbaik dari pengalaman langsung dalam pemerintahan. Ini menjadi kombinasi ideal dalam pembelajaran,” ujarnya.
Kuliah umum ini menjadi momentum penting dalam mengintegrasikan teori akademik dengan pengalaman empiris, sekaligus membekali mahasiswa memahami politik hukum secara komprehensif.
Laporan: Riswan












