OJK-BI Sultra Gandeng Pemkot akan Mengubah Aktivitas Ekonomi Masyarakat ke Digitalisasi

  • Bagikan
Seminar Edukasi Keuangan di Kota Kendari. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dampak pandemi Covid-19 memicu tumbuh kembangnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Tenggata sebesar 60 persen. Menurut Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, pandemi juga memunculkan gaya baru berperilaku di tengah masyarakat, salah satu paling menonjol adalah digitalisasi.

Sulkarnain mengaku, pelaku UMKM tercatat 13 ribu orang dari berbagai kalangan usaha yang didominasi bidang kuliner sebesar 70 pesen. Sektor ini juga berpotensi besar dalam mengembangkan aktivitas ekonomi lebih digitalisasi.

Penekanan progres ini ke depannya terus dipersiapkan sejak dini, misalnya seminar edukasi keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra dengan melibatkan Pemkot Kendari.

Berangkat dari tema peran digitalisasi dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan, sebanyak 150 orang peserta dari kepala daerah se-Sultra, pimpinan industri jasa keuangan, dan rektor/pimpinan perguruan tinggi di Sultra mengikuti seminar itu.

Wali Kota Kendari mengatakan, edukasi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan harus melalui kolaborasi dan sinergi semua pemangku kepentingan.

“Kita perlu memastikan gelombang digitalisasi, pelaku usaha harus di dampingi untuk menyesuaikan transaksi tunai ke nontunai dengan harapan ekonomi beralih ke digitalisasi,” jelasnya, Jumat (5 Agustus 2022).

Baca:   Lewati Masa Resesi, Ekonomi Sultra Tumbuh Positif Tapi Cukup Kecil

Sementara itu, disampaikan Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya, digitalisasi keuangan sebagai akselari inklusi keuangan untuk merealisasikan inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Digitalisasi juga merupakan salah satu solusi memperluas inklusi keuangan di masyarakat. Layanan jasa keuangan digital memiliki struktur perusahaan ramping dan model bisnis yang memungkinkan untuk memberi pinjaman dalam jumlah kecil

Dikesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra Doni Septadijaya, menerangkan transaksi nontunai di Sultra mencapai 42 ribu dengan rata-rata transaksi terbanyak di Kota Kendari di atas 50 persen.

“Ke depan semua masjid disediakan barkot transaksi nontunai, jadi semua sumbangan terekam dalam transaksi digit, namun akan tetap di dampingi penggunaannya untuk edukasi,” sambung Doni.

Pada kegiatan seminar tersebut, hadir tiga narasumber, yaitu Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK Edwin Nurhadi dengan materi peran OJK dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan.

Kemudian, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati dengan materinya menavigasi digitalisasi pembayaran untuk inklusi ekonomi dan keuangan. Serta Analis Kebijakan Ahli Madya Pendapatan Daerah Kementrian Dalam Negeri R. An
An Andri Hikmat dengan materinya kebijakan dan program optimalisasi PDRD melalui implentasi ETPD.

Baca:   41 Perbankan Telah Mengumumkan Keringanan Kredit Debitur ke OJK

Dalam paparannya, Edwin Nurhadi menyampaikan ketersediaan akses keuangan adalah hak bagi seluruh masyarakat Indonesia dan digitalisasi menjadi “Game Changer” untuk mewujudkan inklusivitas keuangan tanpa batas di Indonesia.

Hal ini juga diungkapkan oleh Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati. Di mana perluasan digitalisasi utamanya di daerah merupakan sebuah proses
panjang dengan tahapan proses sangat dinamis dan membutuh sinergi dari berbagai pemangku kepentingan.

“Perlu dukungan pemerintah daerah dalam hal kebijakan agar masyarakat didorong untuk terdigitalisasi dalam segala aktivitasnya,” jelas Andri Hikmat.

Untuk diketahui, seminar ini dirangkaikam dengan penyerahan secara simbolis buku tabugan Simpan Pelajar (Simpel) kepada sejumlah pelajar TK, SD, dan SMP yang saat ini sudah mencapai 1.125 tabungan Simpel di kota Kendari.

OJK menilai hal ini merupakan salah satu implementasi kegiatan hari Indonesia menabung 2022 melalui kegiatan Kejar Prestasi Generasi Muda Indonesia (Kreasimuda). (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan