Oktober 2021 Impor Sultra Turun 29,41 Persen

  • Bagikan
Grafik Perkembangan Impor Sultra Oktober 2021 (Foto: Potongan vidio rilia BPS Sultra)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Impor Sulawesi Tenggara antara lain dari komoditi bahan bakar mineral, Besi dan Baja, mesin dan pesawat mekanik, dan mesin dan kendaraan serta bagiannya. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat nilai impor Sultra pada Oktober 2021 sebesar US$270,73 juta atau mengalami penurunan sebesar 29,41 persen dibanding impor September 2021 yang tercatat US$383,50 juta.

Sedangkan, volume impor pada Oktober 2021 tercatat 829,58 ribu ton atau turun 42,32 persen dibanding impor September 2021 yang tercatat 1.438,31 ribu ton.

Selama periode Januari 2019 sampai dengan Oktober 2021, nilai impor Sultra tertinggi pada November 2020 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019 yaitu US$28,75 juta. 

Sementara itu, volume impor tertinggi tercatat pada November 2019 yang mencapai 1.707,17 ribu ton dan terendah di Januari 2019 dengan volume 38,99 ribu ton.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, mengatakan peranan impor Sultra Oktober 2021 menurut golongan barang HS 2 digit didominasi oleh kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral dengan nilai US$165,58 (turun 11,20 persen) dan diurutan kedua adalah kelompok komoditi Besi dan Baja dengan nilai US$51,16 juta (turun 65,73 persen).

“Dilihat dari perkembangannya terhadap September 2021, penurunan impor golongan barang HS 2 Digit Sultra Oktober 2021 dibanding September 2021 terjadi pada kelompok komoditi Besi dan Baja senilai US$ 98,1 juta (turun 65,73 persen),” kata Agnes, Rabu (1/12/2021).

Baca:   Februari 2021: Sultra Inflasi 0,03 Persen

Lanjutnya, sedangkan kenaikan terbesar kelompok komoditi Kendaraan dan bagiannya senilai US$8,19 juta (325,79 persen), diikuti Perabot dan Penerangan Rumah naik senilai US$4 juta (175,49 persen), dan golongan mesin dan peralatan mekanis naik senilai US$0,07 juta (naik 0,56 persen).

Agnes menyebutkan total Impor Sultra Oktober 2021 mengalami penurunan sebesar 29,41 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh turunnya impor terbesar dari Negara Afrika Selatan senilai US$66,75 juta (turun 63,07 persen).

“Total nilai impor nonmigas dari tiga negara Oktober 2021 mencapai US$246,901 juta atau turun US$106,71 juta (30,18 persen) dibandingkan September 2021. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh turunnya nilai impor dari beberapa negara utama seperti Australia US$49,76 juta (33,33 persen) dan Afrika Selatan senilai US$66,75 (63,07 persen),” jelasnya. 

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, impor dari tiga negara utama selama Januari-Oktober 2021 naik US$554,98 juta (58,81 persen). Peningkatan nilai impor terutama berasal dari Australia senilai US$272,57 juta (221,21 persen).

Dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas Januari-Oktober 2021, kontribusi tertinggi masih didominasi oleh Tiongkok senilai US$752,91 juta (42,25 persen), diikuti Australia dengan nilai US$395,79 juta (22,21 persen), dan Afrika Selatan dengan nilai impor US$349,96 juta (19,64 persen). 

Baca:   Maret 2020: Ekspor Sultra Terbesar di Tiongkok 47,75 Persen

“Peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 84,11 persen dari total impor Sulawesi Tenggara pada Januari-Oktober 2021,” paparnya.

Selain itu, menurut golongan penggunaan barang, selama Oktober 2021 golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar yaitu 91,37 persen dengan nilai US$247,38 juta.

Dibandingkan bulan sebelumnya, total nilai impor golongan penggunaan barang selama Oktober 2021 mengalami penurunan. Penurunan terbesar adalah golongan barang konsumsi senilai US$0,09 juta (69,40 persen). Sedangkan golongan barang modal naik senilai US$9,35 (66,92 persen).

Selama Januari-Oktober 2021 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami penurunan sebesar US$1,23 juta (turun 47,78 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikan sebesar 65,11 persen atau senilai US$640,89 juta dan barang modal turun 32,22, persen atau senilai US$73,84 juta. 

Untuk diketahui, nilai neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara Oktober 2021 mengalami surplus sebesar US$319,95 juta. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan Sulawesi Tenggara Januari-Oktober 2021 mengalami surplus US$1.751,79 juta. 

Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-Oktober 2020), dimana nilai neraca perdagangan Sulawesi Tenggara mengalami surplus US$533,49 juta. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan