Pelaku UMKM di Bombana Tambah Wawasan, Dispar Sultra Selenggarakan Workshop Pengembangan Desain Produk

  • Bagikan
Foto bersama jajaran Pemda dan pihak Dinas Pariwisata serta peserta workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif di Kabupaten Bombana. (Foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Berbagai upaya dilakukan sejumlah pihak untuk mendukung pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tidak terkecuali Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara.

Demi mendukung ekonomi kreatif, Dispar Provinsi Sultra menggelar workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bombana.

Dengan berkolaborasi dengan media Lulopedia.tv, workshop berlangsung pada 4-6 Juli 2022 di salah satu hotel dengan menghadirkan tiga orang pemateri berkompeten di bidangnya.

Selama berlangsungnya acara, kurang lebih 50 orang peserta dari kalangan UMKM juga membawa produknya. Nampak yang mendominasi adalah produk olahan makanan atau kuliner.

Ketua panitia Dany Irwan mengatakan, workshop yang menitikberatkan pada desain produk adalah suatu faktor penentu kesempurnaan suatu produk. Dari desain juga, suatu produk akan memiliki nilai tambah, sehingga hal ini dinilai penting untuk dikembangkan kepada para pelaku UMKM dan tentunya harus menjadi perhatian mereka.

“Pelaku usaha sektor ekonomi kreatif dalam menghadapi perkembangan dan peluang industri baik secara lokal, nasional, dan internasional dipandang perlu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dan itu melalui workshop pengembangan desai produk ekonomi kreatif yang diselenggarakan di Bombana oleh Dinas Pariwisata Sultra,” jelas Dany yang juga Kepala Seksi Fadilitasi HKI dan Regulasi Dispar Sultra, Senin (4 Juli 2022).

Baca:   2020, Mau Menikah Bakal Diwajibkan Miliki Sertifikat Siap Kawin
Asisten Bidang Perekonomian dan Perkembangan, Muhammad Aris membacakan pidato Bupati sekaligus membuka workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif secara resmi. (Foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

Hal tersebut juga disadari pihak Pemda Bombana. Asisten Bidang Perekonomian dan Perkembangan, Muhammad Aris dalam membacakan sambutan bupati menyampaikan, di era globalisasi dewasa ini persaingan dalam dunia usaha dan perubahan selera konsumen sangat cepat dan ketat. Semua itu membuat pelaku ekonomi harus dituntut bekerja keras dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam meningkatkan daya saing produk.

“Salah satu upaya meningkatkan daya saing adalah melalui perkembangan desain produk seperti yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Sultra dalam workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif,” ucapnya.

Aris mengaku, masih banyaknya pelaku usaha kecil yang belum memperhatikan akan pentingnya desain produk sehingga kegiatan ini terselenggara. Sebab, topik tersebut mempunyai fungsi menarik perhatian pelanggan untuk membeli produk yang dijual, serta dengan desian produk yang menarik akan meningkatkan penjualan dan menciptakan produk unggulan.

Workshop ini akan sangat membantu pelaku ekonomi kreatif dalam menciptkaan kemajuan ekonomi, serta dapat mewadahi masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam membuka peluang usaha,” terangnya.

Di satu sisi, kata Aris, workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif sangat penting karena bisa mewadahi pelaku UMKM untuk meningkatkan nilai jual usahanya setelah terdampak pandemi Covid-19. Untuk itulah, kata dia, pengembangan ekonomi kreatif perlu adanya kerja sama dengan Dinas Pariwisata Sultra karena ekonomi kreatif adalah salah satu pendukung menggerakkan sektor pariwisata.

Baca:   DPRD Konawe Sebagai Jembatan Investasi

“Kami selalu memberikan dukungan kepada pelaku ekonomi kreatif karena merupakan ujung tombak dalam meningkatkan pendapatan daerah karena antara pelaku ekonomi kreatif dengan sektor wisata saling bersinergi untuk kemajuan Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Bombana,” tambahnya.

Workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif di Kabupaten Bombana. (Foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

Pemda Bombana berharap, peserta yang merupakan pelaku UMKM bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan baik untuk menambah wawasan sekaligus meningkatkan pemahaman dalam mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi, dalam mengelola kepariwisataan, serta meresolusi cara berpikir tentang sektor ekonomi kreatif.

Untuk diketahui, workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif di Kabupaten Bombana berlangsung selama tiga hari, yakni 4-6 Juli 2022 di salah satu hotel di wilayah setempat.

Turut hadir dalam pembukaan acara Kepala Bidang Ekraf Dispar Sultra Syamsinar, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bombana Anisa Sri Prihatin, Kepala Bidang Ekraf Dispar Bombana Ramang bersama jajaran, serta tamu undangan lainnya.

Tiga pemateri berkompeten juga dihadirkan yang tidak hanya memberikan materi, melainkan ikut membuka konsultasi kepada para peserta menyangkut produk UMKM yang mereka produksi.

Pemateri tersebut adalah chef&content creator La Ode Saiful Rachman, desainer produk industri Achmad Fadillah, serta penggiat UMKM Bombana Agustamin Saleko.

Laporan: Sarini Ido
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan