Pembangunan Pabrik Jagung di Muna Masuk Tahap Pemeriksaan Uji Mesin

  • Bagikan
Kepala Dinas TPHP Muna, La Ode Anwar Agigi bersama tim pemeriksa dan Perwakilan PT. Pura Baru Tama, (Foto: LM Nur Alim/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUNA – Pabrik Jagung yang dibangun di Desa Bea, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna masuk pada tahap pemeriksaan oleh tim Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP).

Kepala Dinas TPHP Muna, La Ode Anwar Agigi mengatakan, sebelum dilakukan serah terima pekerjaan, maka tim Provisional Hand Over (PHO) melakukan pemeriksaan terhadap item pekerjaan sehingga sesuai dengan spesifikasi.

loker wartawan sultrakini

“Jadwal hari ini uji mesin dengan melakukan tes angin setiap mesin pabrik Jagung bisa berfungsi, akan tetapi belum memasukan Jangung tongkol. Nanti akan dilakukan uji dengan memasukan tongkol jagung,” ucap Anwar saat dijumpai dilokasi pabrik, Kamis (22 Desember 2022).

Ia menyampaikan, bahwa setelah pemeriksaan maka akan dikeluarkan surat serah terima pekerjaan dan masuk waktu pemeliharaan, sebagai tanggung jawab pihak rekanan yakni PT Pura Baru Tama.

Menurutnya, dalam waktu dekat bisa dilakukan peresmian, dengan harapan Bupati Muna LM Rusman Emba bisa dihadiri oleh bapak Presiden atau Menteri Pertanian.

Anwar menyatakan, pembangunan pabrik Jagung ini menggunakan dana yang bersumber dari APBD di Indonesia, hanya Kabupaten Muna.

“Ini merupakan pabrik satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang membangun pabrik jagung menggunakan uang APBD melalui dana pinjaman 14,1 Miliar. Kemudian pembangunan ini, sudah dikerjasamakan dengan investor PT. Datu Nusra Agribisnis (DNA) dalam jangka waktu awal selama 5 tahun,” tuturnya.

Baca:   Tiga Bendungan Diresmikan Jokowi Oktober Ini, Termasuk Bendungan Ladongi

Dirinya menyampaikan, sekarang petani Muna harus sudah masuk era menanam dan menambang jagung, sebab Pemerintah diera Bupati LM Rusman Emba sudah berperan dibawah dinas TPHP.

“Tujuan besar kita, ingin menjadikan Muna menjadi pengekspor jagung terbesar dan pusat perdagangan jagung kualitas ekspor di Sultra,” kata Anwar dengan penuh semangat.

PT. Pura Baru Tama diwakili oleh Parno, sebagai koordinator pelaksana bangunan menyampaikan, bahwa pembangunan pabrik jagung memakan waktu sekitar empat bulan ditengah menghadapi cuaca yang tidak bersahabat.

Sementara Koordinator mesin PT. Pura Baru Tama, Frans disela melakukan uji coba mesin pabrik mengungkapkan, dari awal pemeriksaan oleh tim dinas TPHP Muna, mesihnya baik dan bekerja sesuai peruntukannya.

“Semua mesinnya tidak ada masalah dan sudah diperiksa oleh tim dari dinas TPHP,” katanya.

Ia menerangkan, alur proses mesin pabrik jagung, mulai dari memasukan jagung tonggkol, lalu masuk ke blower primer untuk pembersihan jagung. Kemudian masuk ke tempat penampung basah atau masuk kepengering, yang memiliki kapasitas 30 ton.

Selanjutnya, berputar ke proses pembersihan jagung kembali dan masuk ke tempat penampungan jagung kering.

“Jagung kering tadi, menghasilkan dua jalur yang akan dipaket dalam karung dengan berat sesuai keinginan yang diatur oleh sistem mesin. Yakni, pipil jagung kering utuh atau pipil jagung pecah, semua akan masuk ke alur mesin yang berbeda,” tutupnya.p (B)

Baca:   Dinas TPHP Muna Evaluasi Penggunaan Pupuk Demi Kemajuan Petani

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Hasrul Tamrin

loker marketing sultrakini
  • Bagikan