Pemda Baubau Punya Alternatif ‘Kenyang Tidak Harus dengan Nasi’

  • Bagikan
Contoh bahan pangan pengganti nasi dari Kota Baubau. (Foto: Intan Juwita/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kenyang tidak harus dengan makan nasi. Kira-kira seperti itu konsep ingin dipamerkan di stan Kota Baubau pada expo Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-55. Bahkan petugas stan menghidangkan makanan bagi pengunjung dan bisa dinikmati secara gratis.

Pemerintah Kota Baubau memperkenalkan bahan makanan pengganti nasi dengan disingkatan Kamisetora atau Kapuso, Kasoami, Kambuse, Kabuto, dan Taingkora.

“Bahan dasar Kamisetora berasal dari jagung yang ditumbuk agar berpisah dengan kulit arinya. Ada juga berasal dari ubi kayu, penghasilnya berasal dari kecamatan yang tersebar di Baubau,” terang Kepala Seksi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Baubau, Munsira, Kamis (25/4/2019).

Kepala Seksi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Baubau, Munsira. (Foto: Intan Juwita/SULTRAKINI.COM)
Kepala Seksi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Baubau, Munsira. (Foto: Intan Juwita/SULTRAKINI.COM)

Kamisetora sengaja dipamerkan agar pengunjung tahu dan berminat menghidupkan kembali pangan lokal. Di satu sisi, mengajak masyarakat tidak tergantung pada nasi sebagai makanan pokok sehari-hari.

Pemkot Baubau juga mencanangkan satu hari tanpa nasi setiap hari Kamis, yang dilakukan secara bertahap dimulai dari PNS lingkup Pemkot dan berlanjut ke masyarakat. Pencanangan ini pertama kali dilakukan pada Kamis, 21 Maret lalu.

“Menurut data WHO, Indonesia pada 2020 kemungkinan besar sekitar 20 jutaan masyarakat terkena diabetes. Kami dari Ketahanan Pangan berusaha meminimalisir itu di Kota Baubau,” ucapnya kepada Sultrakini.com.

Baca:   Hati-Hati Berbelanja di Hypermart Kendari, BPOM: Empat Kali Temukan Pangan Kadaluarsa

Selain pangan pengganti nasi, pihaknya mempromosikan makanan khas Baubau di stan expo, misalnya bubur kacang ijo dan gorengan tuli-tuli. Bahan utama makanan ini langsung dari Kota Baubau.

Laporan: Intan Juwita
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan