Pemda Buton Salurkan Bantuan PKH dan BST di Wolowa

  • Bagikan
Bupati Buton, La Bakry menyalurkan bantuan PKH di Kecamatan Wolowa. (Foto: Agung Diskominfo dan Persandian Buton)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara menyalurkan bantuan pada masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. Jenis bantuan disalurkan, berupa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Bupati Buton, La Bakry menyalurkan bantuan beras PKH dan BST di Kecamatan Wolowa pada Kamis, 22 Juli 2021. Kegiatan ini sebagai bagian dari tindakan pemerintah di tengah pandemi yang mulai mengancam perekonomian masyakat setempat. Terlebih, diberlakukannya PPKM berskala mikro.

La Bakry menyalurkan secara simbolis bantuan di tujuh desa, Kecamatan Wolowa. Bantuan PKH diberikan pada 288 orang dan BTS untuk 672 orang. Berikut rinciannya.

  1. Desa Bungi: PKH berjumlah 33 orang dan BST berjumlah 50 orang;
  2. Desa Galanti: PKH berjumlah 38 orang dan BST berjumlah 124 orang;
  3. Desa Kaumbu: PKH berjumlah 42 orang dan BST berjumlah 109 orang;
  4. Desa Matawia: PKH berjumlah 62 orang dan BST berjumlah 134 orang;
  5. Desa Suka Maju: PKH berjumlah 33 orang dan BST berjumlah 8 orang;
  6. Desa Wolowa: PKH berjumlah 43 orang dan BST berjumlah 149 orang;
  7. Desa Wolowa Baru: PKH berjumlah 37 orang dan BST berjumlah 98 orang.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Baca:   Melihat Pencapain Pembangunan di Kendari Sepanjang 2019

“Bantuan ini menandakan pemerintah tetap terus menaruh perhatian terhadap masyarakat di masa pandemi ini,” ucap La Bakry secara tertulis, Jumat (23 Juli 2021).

Ia juga berharap, masyarakat tidak melihat jumlah bantuan yang tidak dapat membantu seluruh hidup mereka selama pandemi, namun Pemda berharap bantuan itu dilihat sebagai bentuk perhatian pihaknya di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19.

Bupati menyebut, kesehatan adalah nikmat paling berharga sehingga meski di tengah pandemi ini masyarakat diharapkan tetap mensyukurinya.

“Mudah-mudahan kita tetap sehat. Di masa pandemi ini, kesehatanlah yang paling penting,” tambahnya. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan