Pemda Koltim Bahasa Upaya Turunkan Angka Stunting 2022

  • Bagikan
Pj Bupati Koltim, Sulwan Aboenawas memberi sambutan pada rapat pertemuan rembuk stunting dalam percepatan pencegahan dan penanganan stunting 2022. (Foto: Pemkab Koltim)

SULTRAKINI.COM: Pemerintah Daerah Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara mengelar pertemuan membahas stunting dalam percepatan pencegahan dan penurunannya pada 2022.

Dilansir dari Pemkab Koltim, Pejabat Bupati Koltim, Sulwan Aboenawas mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya Pemda dalam menjalankan program pemerintah nasional dalam percepatan penurunan 60 persen jumlah balita stunting di Indonesia yang tersebar di 12 provinsi prioritas, salah satunya di Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Ini merupakan program pemerintah nasional berjenjang dan berkelanjutan secara terus-menerus untuk itu baik kategori desa lokus maupun desa tidak lokus wajib ikut terlibat,” ujarnya, Sabtu (6 Agustus 2022).

Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI pada 2021, wilayah Sultra masuk dalam tujuh provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi, yakni 30,2 persen.

Sulwan Aboenawas menambahkan, pembahasan stunting tersebut dianggap dapat menghasilkan kesepakatan dan komitmen bersama untuk menjaga stunting yang terintegrasi.

(Baca juga: Pemda Koltim Upayakan Percepatan Penanganan Stunting Segera Terlaksana, OPD Atur Rencana)

“Semua pihak terkait senantiasa berkoordinasi dan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab akan peningkatan kesehatan masyarakat,” ucap Sulwan.

Pembahasan stunting turut dihadiri asisten II, kepala OPD terkait, camat, kepala desa/lurah, dan pihak-pihak lainnya di Aula Bappeda Litbang, Kabupaten Koltim.

Baca:   Pemda Koltim Rapat Konsolidasi Laporan Keuangan 2019 Bersama BPK

Sebelumnya pemerintah ingin memastikan program dan kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting di 12 provinsi prioritas dapat dilakukan secara konvergensi, holistik, terintegrasi, serta berkualitas sehingga target prevalensi 14 persen pada 2024 tercapai. (C)

Laporan: Feni Sul Fianah
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan