Pemda Konawe Janji Tuntaskan Belasan Ribu Warga Miskin

  • Bagikan
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara dalam suatu momen. (Foto: Januddin/SULTRAKINI.COM)
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara dalam suatu momen. (Foto: Januddin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe bakal meluncurkan program Sapu Bersih Kemiskinan (Sapgas) pada Jumat, 8 Maret 2019. Tugasnya, mengatasi kemiskinan di wilayah yang dikenal lumbung beras itu.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, mengatakan kemiskinan di wilayah setempat 17.030 kepala keluarga dan akan dituntaskan sekitar tiga tahun.

“Konawe adalah wilayah subur, wilayah yang dilimpahkan Sungai Konaweeha yang memberikan kemakmuran bagi masyarakatnya, membuat tanah di Konawe subur yang bisa ditanami apa saja. Insya Allah, kami bertekad mengelolanya dengan baik sehingga memberikan kemakmuran bagi masyarakat,” ujar Gusli, Senin (4/3/2019).

Dikatakannya, masalah kemiskinan akan diatasi Pemda. Masyarakat tidak bekerja akan dicarikan lapangan pekerjaan, bagi janda tidak punya sawah tetapi masih mampu bekerja dikasihkan jadi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), begitu pun yang lainnya diberikan solusi oleh Pemda.

“Visi misi kita bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Masyarakat tidak perlu meminta bantuan karena katanya tim dari Pemda sendiri akan turun ke lapangan dengan mengandalkan data dan alamat masyarakat yang terkategori miskin,” tambahnya.

“Tahun ini harus lima ribu KK yang kita tuntaskan. Tahun 2022 tinggal kami naikkan lagi mereka punya pendapatan sehingga bisa mencapai 3.700.000 per bulan,” tutupnya.

Baca:   PT VDNI Siap Bayar Retribusi IMB 2018

Statistik kesejahteraan rakyat di Konawe berdasarkan data Badan Pusat Statistik Konawe 2018, khusus partisipasi bersekolah penduduk berumur 5 tahun ke atas 64,96 persen (tidak bersekolah lagi), 29,91 persen (masih bersekolah), dan 5,13 persen (tidak/belum pernah bersekolah).

Untuk data BPS Sultra, penduduk miskin September 2018 berjumlah 301,85 ribu orang (11,32 persen), berkurang sebesar 5,25 ribu orang dibandingkan kondisi Maret 2018 berjumlah 307,10 orang (11,63 persen).

Penduduk miskin periode Maret hingga September 2018 di daerah perdesaan berkurang 8,9 orang, sedangkan di daerah perkotaan bertambah 3,6 ribu orang. Hal ini menunjukkan indikasi rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perdesaan cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluargan penduduk miskin juga semakin kecil/menyempit, sementara di perkotaan sebaliknya.

Profil kemiskinan BPS Sultra disampaikan dua kali dalam setahun untuk data provinsi. Data kemiskinan di kabupaten dan kota akan disampaikan pada maret 2019. (Antaranews)

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan