Pemda Konut Anggarkan Beasiswa Lebih Rp 3 Miliar di 2019

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) mengalokasikan Rp 3.620.000.000 dari anggaran daerah 2019 untuk beasiswa pendidikan bagi putra-putri daerah yang berpestasi. Beasiswa Konasara umum tersebut untuk D3, S1, S2, dan S3.

“Kami menyiapkan beasiswa Konasara umum, yaitu D3 sejumlah 150 orang, S1 1.500 orang, sedangkan S2 96 orang, dan S3 lima orang,” ucap Bupati Konut, Ruksamin di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (27/12/2018).

Ditambahkannya, pemerima beasiswa tersebut di luar dari 60 orang yang sudah masuk tahun ke tiga. Untuk 20 orang penerima pertahunnya merupakan kerja sama dengan Universitas Lakidende dan itu kelas khusus.

“Mereka tahunya hanya datang kuliah sampai dengan selesai, 60 persen tatap muka dan 40 persen kembali ke kampung untuk peraktik,” ujar Ruksamin.

Khusus pendidikan kedokteran di 2019, Pemda Konut mengirim sepuluh mahasiswa untuk menempuh pendidikan ke Negeri Cina menggunakan anggaran daerah. Selain itu, Pemda Konut menyiapkan anggaran Rp 6,5 miliar untuk para guru.

“Untuk infrastrukturnya khusus guru-guru, misalnya ada guru yang sertifikasi ataupun guru honorer, Pemda Konut juga menyiapkan 6,5 miliar untuk mereka guna mengembangkan sumber dayanya,” tambahnya.

Adapun mekanisme medapatkan beasiswa dari Pemda Konut, yakni memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Konut, memiliki Kartu Mahasiswa aktif kuliah dan akan dikoordinasikan dengan beberapa paguyuban resmi yang ada di Konut dengan membentuk tim khusus di kabupaten, dibantu oleh himpunan mahasiswa dari masing-masing paguyuban kecamatan sehubungan melakukan pendataan.

Baca:   Dinas Pangan Kota Kendari Pamerkan Tomat Ceri Hidroponik di HPS

“Kita akan datangi dan menanyakan surat pernyataan aktif kuliah, kemudian berapa KHS hasil studinya, serta KTP, dan pernyataan dari lurah dan camat bahwa ia betul-betul warga Konut. Jangan sampai orang dari luar datang buat KTP dan itu tidak bisa, terakhir dilakukan seleksi dan di buatkan buku tabungan agar di tranfer secara tunai, agar tidak ada main potong-potongan lagi,” sambungnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan