Pemilu Damai Antihoax: Belajar menjadi Pemilih Cerdas

  • Bagikan
Acara Pemilu Damai Anti Hoax dari AMI Sultra, Sabtu (23/3/2019) malam. (Foto: Ulul Azmi/SULTRAKINI.COM)
Acara Pemilu Damai Anti Hoax dari AMI Sultra, Sabtu (23/3/2019) malam. (Foto: Ulul Azmi/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Tepatnya 17 April 2019, wajib pilih akan menyalurkan hak pilihnya terhadap pemilihan presiden dan wakil presiden dan pemilihan legislatif. Selain penyelenggara pemilu, komunitas juga ikut mengkampanyekan pentingnya pemilih cerdas, khususnya kepada kalangan milenial. Misalnya, Komunitas Anak Muda Inspirasi (AMI) Sulawesi Tenggara.

Mengusung tema Pemilu Damai AntiHoax, AMI Sultra mengajak kalangan milenial cerdas menyalurkan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing.

Menurut salah seorang pemateri acara, Eko Bejo selaku Ketua Forum Indonesia Bersatu, kalangan milenial adalah mereka berusia 17-35 tahun. Generasi yang harus selalu mengedepankan informasi yang benar ditengah teknologi yang semakin canggih.

“Untuk menangkal hoax, banyak kok aplikasi-aplikasi smart yang bisa menjadi referensi di play store hp kita, seperti analisis hoax boaster, dan sebagainya. Kita harus menyaring informasi yang masuk, tidak asal meng-share-nya. Teliti kebenarannya. Jadilah kita memproteksi diri kita dari hal-hal yang negatif. Hindari kebencian, hindari caci maki, saling menjatuhkan, pilihan kita boleh berbeda tapi negara kita tetap Indonesia,” ucapnya, Sabtu (24/3/2019).

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Dia juga mengingatkan, masyarakat utamanya kalangan milenial melihat rekam jejak, program yang ditawarkan para caleg melalui sumber atau situs terpercaya, misalnya akses digital salah satunya berita online.

Baca:   17 April, Relawan dan Simpatisan Jokowi-Ma'ruf 'Putihkan' TPS

Dikatakan Pembina Nasional Fortuna, Amar Ma’ruf, generasi muda antihoaks perlu dibangun, terlebih di tengah kontestasi politik yang semakin memanas. Data-data persen kaum millennial sendiri, menurutnya untuk pemilih pemula secara nasional mencapai 30 persen dari DPD, di Sulawesi Tenggara berkisar 1,7 persen atau sekitar tiga ratus ribuan hingga empat ratus ribuan pemilih.

“Dari data inilah kaum milenial harus bisa menentukan, jangan sampai salah memilih. Harapan saya dalam momen pilpres ini jadikanlah politik sebagai tempat berkompetisi yang dingin, mau Jokowi atau Prabowo itu adalah putra Indonesia, insya Allah,” ucapnya.

Hadir juga sebagai pemateri Joywan (Relawan Pengusaha Indonesia Maju Prof Sultra) dan Ramdan (Millenial Konawe). Kegiatan juga dihadiri Ketua Fortuna Sultra, LM Taslim Suri.

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan