Pendampingan Budidaya Tanaman Cabai pada Petani Sayuran di Desa Mata Wolasi

  • Bagikan
Pendampingan teknik budidaya tomat yang mendukung program Green Economy -pertanian berkelanjutan” Wolasi, Konawe Selatan.
Pendampingan teknik budidaya tomat yang mendukung program Green Economy -pertanian berkelanjutan” Wolasi, Konawe Selatan.

Oleh: Muhammad Taufik dkk (Dosen Jurusan Proteksi Tanaman, Faperta UHO Kendari)

SULTRAKINI.COM: Tanaman cabai memiliki daya tarik tersendiri untuk dibudidayakan. Harga yang cukup dinamis dan cenderung tetap tinggi dalam beberapa tahun terakhir menjadi magnet bagi petani sayuran di Desa Wolasi, Kecamatan Wolasi, Kab. Konawe Selatan. Kandungan vitamin dan mineral, dan sebagai penambah selera makan sehingga cocok untuk meningkatkan serapan nutrisi sehat bagi tubuh. Kecukupan nutrisi menjadi penting untuk meningkatkan imunitas terhadap penyakit.

loker wartawan sultrakini

Disisi lain sumber daya alam-agroklimat di wilayah ini mendukung pengembangan tanaman sayuran termasuk cabai. Suplai air yang cukup sepanjang tahun, topografi lereng yang resisten terhadap banjir. Secara demografi, jarak dari Kota Kendari hanya 30 an km dengan akses jalan yang baik sehingga wilayah ini cocok sebagai daerah hinterland. Daerah yang dapat menjadi penyuplai pangan bagi Kota Kendari, khususnya. Menjadikan daerah hinterland, dibutuhkan penguatan dari sisi sumber daya manusia.

Peningkatan pengetahuan dan serapan teknologi bagi petani sayuran di wialayah ini menjadi salah satu kunci untuk menjadikan Wolasi sebagai sentra sayuran. Hasil diskusi tim pelaksana dengan mitra-kelompok tani sayuran, permasalahan yang dihadapi adalah pengetahuan dan keterampilan budidaya cabai khususnya cabai besar yang belum baik. Serangan hama dan penyakit seperti lalat buah dan  penyakit antraknosa menjadi faktor penghambat peningkatan produksi cabai. Selama ini mereka hanya mengandalkan bahan kimia sintetis,  yang pengunaannya pun kurang tepat. Keterbatasan akses pemasaran juga menjadi bahan pemikiran petani. Pemasaran hanya mengandalkan pada pasar lokal yang ada di desa Wolasi.

Baca:   Virus Corona vs Masker

Menghadapi permasalahan tersebut maka tim pengabdian Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan bimbingan teknis dan pendampingan budidaya cabai besar.  Mengenalkan teknologi informasi sebagai sarana memperluas jangkuan pemasaran produk pertanian. Tim pelakasana yaitu Muhammad Taufik, Dewi Nurhayati Yusuf, Asniah, Asmar Hasan, dan Nur Isnaini bersama mitra petani cabai membuat demplot tanaman cabai besar seluas 30  × 40 m sebagai media pembelajaran untuk mengelolah hama dan penyakit cabai besar yang menjadi target pengendalian.

Sosialisasi telah dilakukan kepada mitra petani cabai, hasilnya mendapat respon yang baik. Bersama mitra telah dilakukan penyemaian benih cabai besar. Teknologi penyemaian yang ditransfer adalah seed treatment berupa penggunaan air hangat dan zat pengatur tumbuh. Perlakukan ini bertujuan mengurangi seed borne diseases– patogen terbawah benih. Teknologi yang ditrasnfer adalah bentuk-bentuk budidaya yang baik untuk mendukung program green economy yang berkelanjutan.

Salah satu contoh kegiatan berbasis ekonomi yang berkelanjutan adalah penggunaan perangkap lalat buah atau pestisida nabati untuk mengendalikan hama lalat buah. Kegiatan pengabdian pada skim Program Kemitraan Masyarakat Internal UHO. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) tahun anggaran 2022. Terima kasih disampaikan kepada Rektor UHO dan Ketua LPPM beserta seluruh staf, serta masyarakat mitra, tokoh masyarakat yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini. Integrasi mahasiswa dengan mitra juga menjadi bagian penting dari kegiatan pengabdian ini sebagai bentuk pelaksanaan program MBKM bagi mahasiswa seperti penyelesaian tugas akhir.

Baca:   FH UHO Terakreditasi A

Mahasiswa yang terlibat juga mendapatkan pembelajaran di luar kelas, khususnya pembelajaran soft skill. ***

loker marketing sultrakini
  • Bagikan