Penduduk Sultra Didominasi Dua Generasi, BPS: Ini Peluang dan Tantangan

  • Bagikan
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, saat menyampaikan rilis SP 2020, (Foto: Screenshot video rilis)
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, saat menyampaikan rilis SP 2020, (Foto: Screenshot video rilis)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Hasil Sensus Penduduk (SP) 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat mayoritas penduduk Sultra didominasi oleh generasi Z dan milenial. 

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, mengatakan proporsi generasi Z sebanyak 32,93 persen dari total populasi dan generasi milenial sebanyak 25,96 persen dari total populasi di Sulawesi Tenggara

“Kedua generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Agnes, Kamis (21/1/2021).

Agnes katakan, dari sisi demografi, seluruh generasi X dan generasi milenial merupakan penduduk yang berada pada kelompok usia produktif pada tahun 2020. Sedangkan generasi Z terdiri dari penduduk usia belum produktif dan produktif. 

“Sekitar 7 tahun lagi, seluruh generasi Z akan berada pada kelompok penduduk usia produktif,” katanya. 

Hal tersebut Ia anggap sebagai peluang dan tantangan bagi Pemerintah Sulawesi Tenggara, baik di masa sekarang maupun masa depan,.

“Kenapa demikian, karena generasi inilah yang berpotensi menjadi aktor dalam pembangunan yang akan menentukan masa depan Sultra,” ucapnya.

Sementara itu, komposisi penduduk menurut kelompok umur persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) terus meningkat sejak tahun 2000. 

“Pada Tahun 2000 proporsi penduduk usia produktif adalah sebesar 59,45 persen dari total populasi dan meningkat menjadi 68,62 persen di tahun 2020,” terang Agnes.

Baca:   Masuk Daerah Rawan Bencana, BPBD Kendari Mulai Kaji Solusi

Dijelaskannya, perbedaan antara persentase penduduk usia produktif dan non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) terlihat lebih tajam di tahun 2020. 

Persentase penduduk usia produktif yang lebih besar dibandingkan penduduk usia non produktif tersebut menunjukkan bahwa Sultra masih berada pada era bonus demografi.

“Pembangunan yang telah dicapai oleh Sultra selama ini memberikan dampak yang positif dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, salah satunya tercermin dari peningkatan usia harapan hidup penduduk Sultra,” tandasnya.

Konsekuensi dari meningkatnya usia harapan hidup penduduk Sultra adalah terjadinya peningkatan persentase penduduk lanjut usia atau lansia (60 tahun ke atas). 

Terctat persentase penduduk lansia Sultra meningkat menjadi 7,30 persen di tahun 2020 dari 5,83 persen pada 2010 berdasarkan hasil SP2010.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2020 Sultra berada dalam masa transisi menuju era ageing population yaitu ketika persentase penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai lebih dari 10 persen,” tuturnya. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan