Penjaga Logistik Pemilu Mengeluh Tak Diberikan Honor, Ini Penjelasan KPUD Wakatobi

  • Bagikan
Kotak suara pemilu di Gedung Wanita Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
Kotak suara pemilu di Gedung Wanita Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Pegawai honorer Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Wakatobi mengeluh gajinya menjaga logistik pemilu 2019 tidak kunjung diberikan lembaga tempatnya bekerja.

Salah seorang pegawai honorer KPUD Wakatobi yang tidak mau disebutkan identitasnya mengaku, ketika lembaga tersebut dipimpin La Ode Suryono, para penjaga logistik di Gedung Wanita Wangi-wangi itu diberikan honor untuk makan dan minum.

“Selama saya menjadi tenaga honorer di KPUD, setiap kegiatan baik itu ditugaskan menjaga logistik maupun merakit kotak suara kita diberi honor tambahan melalui honorarium pokja.Tapi sekarang jangan kan honor, makan dan minum kami selama menjaga logistik tidak dijamin,” ucapbya ditemui pada 17 Maret 2019.

Ia mengaku, selama ditugaskan bersama kedua temannya menjaga logistik bersama beberapa anggota kepolisian sejak Januari lalu, tidak pernah diberikan akomodasi.

Mengetahui itu, Ketua KPUD Wakatobi, Abdul Rajab membantah tudingan tersebut. Dirinya meminta persoalan itu dikonfirmasi ke sekretaris KPUD Wakatobi. “Hal itu tidak benar. Terkait masalah itu konfirmasi ke sekretaris karena masalah honor dan pengangkatan mereka yang penjaga gudang itu menjadi kewenagan sekretaris,” ucapnya, Kamis (21/3/2019).

Dikonfirmasi Sekretaris KPUD Wakatobi, La Ode Nursalam, ketiga orang tenaga honorer yang ditugaskan menjaga kotak suara merupakan tugas pokoknya, bukan merupakan tugas tambahannya. Tugasnya mereka menjaga logistik pemilu tidak masuk dalam pokja, walaupun mereka masuk dalam pokja honor mereka saat ini belum akan dikasih, terkecuali tahapan pemilu tuntas.

Baca:   Pengganti 7.652 Surat Suara Rusak Baru Tiba, Logistik Pemilu di Wakatobi Didistribusikan

Menurutnya, yang mempunyai uang makan kecuali pegawai negeri sipil.

“Sudah tugas pokoknya mereka berada di sana, bukan tugas tambahan. Awalnya kan mereka juga di kantor ini, tapi saat ini kami tugaskan mereka untuk menjaga logistik. Kalau saya maupun komisioner ke gudang, kalau kami pegang uang pasti kami beli juga,” tegas La Ode Nursalam.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan