Penyuluhan Bela Negara TMMD di Koltim Ikut Menyuguhkan Film Janur Kuning? Apa Pesan Moralnya

  • Bagikan
Poster film Janur Kuning. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: Dalam penyuluhan bela negara bagian dari program nonfisik Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Aere, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, warga setempat juga disuguhkan film Janur Kuning. Seperti apa film produksi 1979 tersebut?

Program TMMD Kodim 1412 Kolaka untuk penyuluhan bela negara diikuti 95 orang, yang diselenggarakan di aula Kantor Desa Pekorea, Kecamatan Aere, Selasa (22/6/2021).

Turut hadir dalam kegiatan itu Danramil 1412-01/Kolaka, Kapten Inf Mappatoba Kapolsek Lambandia IPTU Wayan Sakanta, Kasitrantib Kecamatan Aere Kaharuddin, dan Komandan SSK Letda Inf Muhlis.

Materi bela negara merupakan salah satu dari total sepuluh item program nonfisik TMMD ke-111 di Kecamatan Aere. Di kesempatan itu juga, warga disuguhkan dengan bentuk menjiwai semangat bela negara melalui film berjudul Janur Kuning.

(Baca: TMMD di Koltim Tidak Hanya di Infrastruktur, Warga Aere Ikut Diberikan Pemahaman Bela Negara)

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Sehubungan film Janur Kuning, dilansir dari wikipedia, film ini diproduksi pada 1979 yang disutradarai oleh Alam Rengga Surawidjaja. Film ini merupakan drama perjuangan Indonesia dalam kembali meraih kemerdekaannya yang direbut kembali oleh pasukan sekutu.

Latar belakang diambil adalah di sekitar peristiwa Enam Jam di Yogya. Tokoh-tokoh nyata yang ditampilkan di film ini, di antaranya adalah Soeharto, Jenderal Sudirman, dan Amir Murtono. Janur kuning adalah lambang yang dikenakan para pejuang di lengan sebagai tanda perjuangan kemerdekaan tersebut.

Baca:   Sepekan ke Lokasi Bencana, Tim Medis RS Konawe Akhirnya Pulang Kampung

Dalam pertempuran ini semua pasukan pejuang mengenakan janur kuning yang disebut-sebut digagas oleh Soeharto untuk membedakan pasukan perjuangan yang benar-benar ingin mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Film berdurasi 180 menit ini juga meraih sejumlah kategori pada Festival Film Indonesia, berupa pemeran harapan pria, produser film yang mengolah perjuangan bangsa, dan pemeran pembantu pria terbaik.

Banyak pesan nasionalisme terkandung di dalamnya, misalnya rasa nasionalisme yang lahir dari dalam diri tanpa ada paksaan dari orang lain dan bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan, bhinneka tunggal ika.

Laporan: Sarini Ido
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan