Perangi Disinformasi, Japelidi dan MyAmerika Surabaya Genjot Penguatan Literasi Digital Pemuda di Indonesia Timur

  • Bagikan
Japelidi bersama MyAmerika Surabaya, menggelar Peluncuran Awal Modul Lentera Literasi Digital Indonesia di Bali, Minggu (3/4/2022). (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) bersama MyAmerika Surabaya, menggelar Peluncuran Awal Modul Lentera Literasi Digital Indonesia. Kegiatan peluncuran ini juga ditandai dengan pelaksanaan Pelatihan Seri Pertama bertajuk ‘Empowering Eastern Indonesia Youth in Digital World’ yang akan digelar sebanyak 20 kali, dengan menyasar 500 anak muda di Indonesia Timur.

Pelatihan perdana mulai dilakukan di Bali, diikuti sebanyak 25 orang kaum muda yang berasal dari Kabupaten Bangli bertempat di Paperhills, Kintamani pada Minggu, 3 April 2022. Selanjutnya pelatihan akan dilakukan di NTT, Sulsel, Maluku, dan Kalsel secara daring.

“Kehadiran modul ini melengkapi serangkaian publikasi Japelidi yang dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan. Hingga saat ini sudah ada 4 modul cakap digital, 15 buku seri panduan literasi digital beragam tema, 1 buku hasil riset, 1 artikel jurnal riset, dan 1 buku dokumentasi kampanye lawan hoaks Covid-19,” ujar Novi Kurnia, Kordinator Nasional Japelidi, melalui press rilisnya yang diterima media ini, Senin (4 April 2022).

Japelidi bersama MyAmerika Surabaya, menggelar Peluncuran Awal Modul Lentera Literasi Digital Indonesia di Bali, Minggu (3/4/2022). (Foto: Ist)

Sementara itu, Koordinator Penyusunan Modul, Siswantini Amihardja, menyampaikan bahwa Modul ini diharapkan dapat menjadi lentera bagi terangnya literasi digital kawan muda di Indonesia Timur sebagai bagian dari 19,8% generasi muda yang aktif di dunia digital.

Baca:   Vote API 2018: Makanan Tradisional dari Jambi masih Terpopuler

Kepala Humas Konsulat Jenderal MyAmerika Serikat di Surabaya, Angie Mizeur mengatakan, pelatihan penguatan literasi digital untuk Kaum Muda Indonesia Timur diharapkan mampu mengkampanyekan penggunaan media digital yang kritis. Isu ini sendiri masih menjadi masalah bersama, baik di Indonesia maupun di Amerika Serikat, sehingga perlu upaya bersama untuk memerangi disinformasi.

“MyAmerika Surabaya bangga dapat mendukung Japelidi dalam inisiatif untuk menjangkau siswa sekolah menengah dan para guru dalam rangka meningkatkan literasi digital di berbagai wilayah prioritas di seluruh Indonesia,” jelas Angie.

Usai penayangan video peluncuran modul, kegiatan pelatihan dimulai, dipimpin oleh dua fasilitator yaitu Ni Made Ras Amanda dan I Komang Agus Widiantara.

MyAmerika Surabaya adalah pusat informasi dan kebudayaan Amerika Serikat yang berlokasi di dalam Kantor Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya.

Guna memerangi disinformasi, MyAmerika Surabaya menjalin kerjasama dengan Japelidi melalui program diskusi, pengembangan modul, serta pelatihan dan kampanye digital, salah
satunya pelatihan ‘Penguatan Literasi Digital Pemuda di Indonesia Timur’.

Sebagai bahan informasi, Japelidi dibentuk pada tahun 2017, sebagai komunitas pegiat literasi digital dengan beragam kegiatan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital masyarakat. Sejumlah akademisi dari 81 perguruan tinggi di 31 wilayah Indonesia tergabung dalam komunitas Japelidi ini.

Baca:   Tinjau Vaksinasi Merdeka Candi, Kapolri: Momentum HUT RI jadi Upaya Percepat Vaksinasi

Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan