Perdana di 2022, Kiswah Kabah akan Diganti pada 1 Muharram

  • Bagikan
Pembuatan kiswah kabah. (Foto: Kemenag/ M Rusyid Sani)

SULTRAKINI.COM: Kiswah atau kain penutup kabah rutin diganti sekali dalam setahun. Proses penggantian biasanya dilakukan setiap 9 Zulhijjah, saat jemaah haji menjalani Wukuf di Arafah. Namun pada 2022, secara pertama kiswah diganti pada 1 Muharram 1444 Hijrijah nanti.

Dilansir dari Kemenag RI, Asisten Wakil Sekretaris Majma’ Malik Abdul Aziz li Kiswatil Ka’bah Al-Musyarrafah, Ir Faris Al Mathrafi, menjelakan penggantian kiswah dilaksanakan atas perintah Raja Salman dan selanjutnya dilaksanakan pada 1 Muharram.

“Ini kali pertama penggantian dilakukan 1 Muharram atas perintah Raja Salman. Selanjutnya penggantian akan terus dilakukan pada 1 Muharram,” jelasnya di Makkah, Rabu (27 Juli 2022).

Sementara untuk pencucian Kabah, lanjutnya, akan dilaksanakan pada 15 Muharram sebagaimana biasanya.

Pembuatan kiswah kabah. (Foto: Kemenag/ M Rusyid Sani)

Menurut Faris, sebagai tempat pembuatan kiswah kabah, Majma’ Malik Abdul Aziz li Kiswatil Ka’bah Al-Musyarrafah adalah salah satu pusat peradaban di Mekah. Di dalamnya, tergabung sekitar 220 teknisi, seniman Arab Saudi yang ikut bekerja dalam membuat kiswah.

“Di sini adalah produksi dengan bahan yang paling mahal di dunia. Setiap tahun biayanya sekitar 25 juta Riyal Saudi,” terangnya.

Adapun bahan digunakan terdiri dari 760 kilogram sutra Italia, 120 kilogram emas, dan 100 kilogram perak dari Jerman.

Sementara itu, Dirjen Kehumasan dan Media Majma’ Malik Abdul Aziz, Ahmad Suheiry, menyampaikan kiswah pernah dibuat di Mesir dan India, sebelum akhirnya diproduksi di Mekah Al-Mukarramah.

Dalam kesempatan ini, Dirjen PHU mendapat kesempatan untuk menyulam benang emas bagian lingkaran yang membingkai tulisan ‘Allahu Akbar’ pada kiswah yang akan dipasang pada 1 Muharram 1444 H tersebut. Bagian yang disulam Hilman adalah tulisan Arab yang nantinya akan terpasang di dekat Hajar Aswad.

Baca:   Dua Kelompok Pemuda Saling Serang di Kendari, Ada yang Bawa Sajam

Sebelum menyulam, Dirjen PHU dan rombongan mendapat penjelasan dari salah satu penulis kaligrafi Majma’ Malik Abdul Aziz, Syekh Mukhtar Alam terkait bagian kiswah yang menjadi penutup Kabah.

Menurutnya, kiswah penutup Kabah berukuran 6,3 meter X 3,3 meter yang dalamnya tertera tulisan beberapa ayat Quran dan Asmaul Husna dalam bentuk yang berbeda-beda, ada yang kotak, panjang, dan lainnya.

Pada bagian lain, tertera tulisan ayat Qad naraa taqalluba wajhika fis-samaa’. Sementara pada bagian pinggir, terdapat tulisan surat Al Fatihah.

“Kiswah pintu Kabah yang tersimpan di Majma’ Malik Abdul Aziz dibuat di Mekah, hadiah dari Malik Fahd bin Abdul Aziz pada 1411 H,” ungkapnya.

Namun, apakah kutipan ayat yang tertera di kiswah bisa diganti dengan ayat lainnya? Faris Al-Mathrafy menjelaskan, kalau ingin mengganti tulisan ayat, harus melalui persetujuan Raja. Selain itu, usulan penggantian harus dibahas di forum yang lebih tinggi untuk mendapat persetujuan. Namun Faris mengaku selama ini belum pernah terjadi.

Ditanya kenapa yang digunakan adalah khat Tsulutsi? Syekh Mukhtar menjelaskan Tsulutsi adalah jenis khat (font) yang paling tua sejak abad 3 H dan Khat Tsulutsi juga paling bagus dan rumit.

“Khat ini membantu para penulis untuk berkreasi lebih bebas, bisa menyesuaikan dengan tempat, bisa lebih besar atau kecil,” jelasnya dalam Bahasa Arab yang diterjemahkan Nasrullah Jasam.

Baca:   Komplotan Curanmor Trail di Kendari Tertangkap, Ini Tampangnya

Dan karena ukuran yang besar dengan proses pembuatan yang terbilang rumit, kiswah Kabah dibuat hingga selesai dalam rentang waktu 8-10 bulan. (B)

Laporan: Wa Ode Rezki Nurdianti
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan