Permukiman Bajo Anaiwoi di Kolaka akan “Disulap” menjadi Kawasan Modern Terintegrasi

  • Bagikan
(Foto: Pemkab Kolaka)

SULTRAKINI.COM: Permukiman Suku Bajo Anaiwoi di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka akan “disulap” menjadi kawasan perumahan modern yang terintegrasi.

Dilansir dari Pemkab Kolaka, Bupati Kolaka, Ahmad Safei, mengatakan alasan Pemda menjadikan kawasan Kampung Bajo sebagai kawasan permukiman yang sehat, bergaya modern, dan terintegrasi lantaran kawasan tersebut memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Bukan hanya, penataan permukimannya yang masih terbilang kumuh, namun potensi yang ada pada kawasan tersebut sangat positif untuk dikembangkan dan nantinya mampu mengangkat sumber ekonomi warga di wilayah setempat.

“Ada banyak potensi di Kampung Bajo yang kita akan integrasikan dengan dinas terkait, contoh potensi laut dan pariwisata,” jelas Safei, Kamis (28 Juli 2022).

Untuk potensi laut, kata Bupati, nantinya di kawasan ini dibangun budidaya karamba ikan. Sedangkan di sektor pariwisata, selain objek wisata pantai, nantinya dibangun kawasan wisata kuliner khas daerah Kolaka yang pengelolaannya akan dilakukan masyarakat secara langsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kolaka, Abbas, menerangkan pembangunan kawasan terintegrasi Kampung Bajo Anaiwoi akan menelan anggaran berkisar Rp 39,8 miliar dari DAK Pemerintah Pusat, APBD Kabupaten Kolaka, CSR BUMN, BUMD dan Swasta serta swadaya masyarakat.

Baca:   PB HMI Tetapkan Ruslan Sebagai Ketua Umum HMI Kolaka

“Kami berharap pembangunan kawasan Kampung Bajo Anaiwoi selesai di 2023,” ucapnya.

Menurut mantan Kadis PUPR Kolaka itu, item pembangunan yang dikerjakan pada Kampoh Malasso (Kampung yang Asri), yaitu nama yang diberikan pada Kampung Bajo Anaiwoi, antara lain pembangunan kawasan wisata, permukiman, ruang terbuka publik, fasilitas kesehatan dan ruang pertemuan, homestay, area tambak budi daya ikan, Pengolahan Sampah TPS3R dan pintu gerbang. (B)

Laporan: Julia Dwi Sadini
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan