Pertama Rasakan Vaksin Sinovac, Bupati Buteng Imbau Warga Tidak Takut Vaksinasi

  • Bagikan
Bupati Buteng, Samahuddin menjadi orang pertama divaksinasi. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Bupati Buton Tengah, Samahuddin menjadi orang pertama menerima suntik vaksin Covid-19, Rabu (3/1/2021). Ada juga sejumlah pejabat daerah divaksinasi, termasuk kepada tenaga kesehatan pada Jumat (5/2/2021).

Samahuddin mengaku tidak merasakan gejala berarti usai disuntik vaksin sinovac. Lagipula, vaksin telah melewati sejumlah uji klinis hingga dinyatakan aman dan halal oleh MUI.

“30 menit dilewati setelah divaksin kita menerima kartu vaksinasi sebagai bukti menerima vaksin. Dan saya merasa biasa saja (tidak ada gejala),” ucapnya.

Bupati berharap, masyarakat ikut mensukseskan program vaksinasi. Masyarakat tidak perlu merasa takut. Terlebih terpengaruh kabar hoaks tentang vaksin.

“Jangan takut dan tidak perlu kita ragu dengan adanya berita-berita hoaks karena saya sudah buktikan sendiri,” tambahnya.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Sama halnya bupati, Ketua DPRD Buteng, Bobi Ertanto juga mengaku tidak merasakan gejala apapun usai menerima suntik vaksin. Ia berharap adanya vaksinasi di Buteng bisa memutus penularan Covid-19.

“Biasa saja, tidak ada gejala apapun yang saya rasakan,” ujarnya.

Terkait adanya isu yang menolak vaksin Covid-19, kata Bobi, itu adalah kabar hoaks. “Inilah tugas semua stakeholder, termasuk media untuk mensosialisasikan kalau vaksin ini aman dan tidak perlu was-was,” sambungnya.

Baca:   Pemkab Buteng Kembali Raih WTP, Bupati Berkomitmen Tingkatkan Kerja Sama Unsur SKPD

Gelombang pertama penerima vaksin di Kabupaten Buteng, yakni Kodim 1413/Buton Mayor Inf Gideon Skoda, Wakapolres Baubau Kompol Arnaldo Von Bulow, perwakilan Dinkes Buteng, RSUD Buteng, IDI, IBI, Polsek Lakudo, dan perwakilan Koramil Gu.

Kabupaten Buteng menerima vaksin Covid-19 sebanyak 1.360 dosis. Selain sejumlah pejabat lingkup Pemda Buteng, 639 orang nakes juga menerima vaksinasi pada Jumat (5/2) ini. (C)

Laporan: Habiruddin Daeng
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan