Pesawat Tempur Kembali Bermanuver di Udara Kendari, Satu Pilotnya Putra Kelahiran Muna

  • Bagikan
Pesawat F-16 fighting Falcon saat take off dari Bandara Lanud Haluoleo Kendari, (Foto: Riswan/SULTRAKINI.COM) 
Pesawat F-16 fighting Falcon saat take off dari Bandara Lanud Haluoleo Kendari, (Foto: Riswan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: Kedatangan enam jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara III yang berhomebase di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur kembali bermanuver terbang menuju Udara Sulawesi Tenggara, Rabu (17/2/2021).

Keenam jet tempur landing di Militery Appron Lanud Haluoleo, selanjutnya melaksanakan pengisian bahan bakar dengan metode Hot Pit dengan engine pesawat masih dalam keadaan hidup, dengan bahan bakar menggunakan Aftur.

Komandan Lanud Haluoleo, Kolonel Pnb Muzafar, S.Sos,.M.M menyampaikan kedatangan 6 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dengan misi yang sama dengan sebelumnya yakni latihan dan pengenalan landasan pacu (Runway) dan patroli wilayah udara, perairan, serta untuk menguji dan melatih kesiapan tempur dari pesawat Jet F-16 Fighting Falcon.

“Para adik-adik penerbang ini dari Akademi TNI Angkatan Udara (AAU),” ungkapnya.

(Baca: Enam Pesawat Tempur F-16 Bermanuver di Langit Kota Lulo)

Rupanya, dari keenam penerbangan pesawat F-16 Fighting Falcon satu diantaranya merupakan perwira muda putra kelahiran daerah Raha atau dikenal Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, yakni Lettu Pnb Muhammad Fachry Nosar, dalam pengenalan wilayah udara TNI Angkatan Udara Lanud Haluoleo.

“Tujuan dari kegiatan ini bernavigasi  dan lending di lapangan ini (Lanud HLO), jadi jika suatu saat ada operasi di wilayah Sulawesi maka kita sudah siap,” ungkap Lettu Pnb Muhammad Fachry.

Baca:   Pj Sekda Tinjau Tes Wawancara JPTP Lingkup Sultra

Fachry mengungkapkan bahwa dirinya merupakan putra asli Sulawesi Tenggara yang meniti karir di tanah Jawa sebagai pilot di TNI AU.

“Saya asli Raha besar disana namun lanjut pendidikan di Jawa yaitu SMA Taruna Nusantara kemudian lanjut AU Jogjakarta dan penugasan pertama saya di Lanud Iswajudi Madiun,” jelasnya

Fachry membeberkan tantangan menjadi seorang pilot pesawat tempur harus mempunyai ilmu pengetahuan tentang menerbangkan pesawat tempur. 

“Tantangan pilot F-16 ilmu pengetahuan, meskipun Alusistanya bagus tapi tidak bisa mengoperasikan itu tidak berguna, apalagi manuver dari pesawat F-16 ini sangat lincah maka dibutuhkan pengetahuan sistem yang baik juga,” pungkasnya. (B)

Laporan: Riswan
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan