Peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara Diseleksi Ketat

  • Bagikan
Kadiskepora Sultra, Jaya Bhakti. (Foto: Muh Yusuf/SULTRAKINI.COM).
Kadiskepora Sultra, Jaya Bhakti. (Foto: Muh Yusuf/SULTRAKINI.COM).

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) melaksanakan seleksi pertukaran pemuda antar negara (PPAN) secara ketat. Dalam seleksi tersebut akan ditetapkan dua terbaik untuk menjadi duta Sultra di Australia dan Malaysia.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Diskepora Sultra, Drs. La Tandowele menyampaikan, saat ini pihaknya menyeleksi 68 orang yang ingin jadi peserta PPAN yang terdiri dari 43 putra dan 25 putri. Dari jumlah tersebut pihaknya akan memilih dua terbaik, rencananya putra ke Malaysia dan putri ke Australia.

“Proses seleksi kami lakukan secara ketat untuk memastikan bahwa mereka lolos betul-betul kompoten untuk menjadi utusan Sultra. Kami berharap bisa mengharumkan nama daerah selama program PPAN berlangsung,” ungkapnya, Senin (25/3/2019).

Dia menambahkan puluhan peserta yang berasal dari 17 kabupaten kota tersebut hanya tinggal melewati tes kepribadian dari semua rangkaian tes seleksi yang dilaksanakan. Sebelumnya berangkat, pihaknya juga akan melakukan kegiatan pembekalan untuk meningkatkan peran mereka selama PPAN berlangsung nanti.

“Rencananya, tes kepribadian akan dilaksanakan, Selasa (26/3/2019), sementara beberapa lainnya sudah dilaksanakan sejak, Jumat (22/3/2019). Tes seleksi yang sudah dilewati adalah tes karakter (agama), bahasa inggris dan kemampuan komunikasi, tes bidang seni budaya serta tes potensi akademik,” katanya.

Baca:   Wujudkan Target Penggunaan Listrik 6,9 Pertahun, OJK Gandeng UHO Kembangkan Kurikulum

Secara terpisah, Kadiskepora Sultra, Jaya Bhakti menilai, seleksi tersebut merupakan salah satu langkah pembinaan potensi pemuda. Selama proses seleksi ia melihat jika pemuda Sultra merupakan mutiara terpendam yang kurang mendapat perhatian.

“Olehnya itu, hal ini menjadi masukan bagi kami agar ada perhatian serius dalam pembinaan pemuda dari pemerintah provinsi. Kalau perlu kita buatkan peraturan daerah untuk meningkatkan untuk pemberdayaan pemuda sehingga lebih terarah dan berdaya guna,” tutupnya.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan