Petani Kopra Putih di Butur Belajar Produksi dan Pemasan dari Perusahaan Startup

  • Bagikan
Sosialisasi Peningkatan kopra putih di Butur, Sultra. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Petani kopra putih di Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara akan didampingi untuk meningkatkan produksi kopra di wilayah setempat. Sebab, potensi kelapa di Kabupaten Butur sangat potensial, yakni seluas 6.000 hektare.

Peningkatan kapasitas petani kopra di Butur ditempuh dengan cara pendampingan oleh PT Inacom, Bank Sultra cabang Butur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Butur, Dinas Pertanian, dan staf ahli bupati Butur.

Tidak sebatas sosialisasi akan didapatkan para petani. Mereka juga langsung didampingi mempraktikkan produksi dan pemasaran kopra putih. Sebab, ketika tahap praktik nanti, ditargetkan 2 kontainer kopra akan dijual kepada PT Inacom sebagai penada.

PT Inacom sendiri merupakan perusahaan startup yang ditunjuk oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Hal ini juga telah melalui pertemuan antara bupati Butur dengan Kemendesa pada Januari lalu, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan pihak kementerian bersama PT Inacom di lokasi pengelolaan kopra di Butur pada 9 Februari lalu.

“Kami Dinas Pertanian bersama PT Inacom dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa menindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi di enam kecamatan di Kabupaten Butur. Kemudian minggu depan rencana langsung praktik sehingga bulan ini kita bisa melakukan penjualan minimal 2 kontainer,” jelas Kepala Dinas Pertanian, Sahrun Akri, Jumat (6/3/2020).

Peserta sosialisasi Peningkatan kopra putih di Butur, Sultra. (Foto: Ist)

Pemda Butur juga sudah memfasilitasi dengan memberikan bantuan alat pengelolaan kopra putih dan membangun delapan lokasi green house di Kecamatan Kulisusu Utara, Kulisusu Barat, Bonegunu, Kambowa, dan Kecamatan Wakorumba Utara.

Baca:   Buntut Aksi Brutal pada Mahasiswa, Gubernur Sultra Copot Kasatpol PP

Sahrun Akri berharap, hadirnya PT Inacom menjadi solusi permasalahan harga pasar kopra putih di Butur.

“Selama ini harganya hanya Rp 5.000 per kilogram. Mudah-mudahan dengan teknologi kopra putih, masalah harga bisa lebih kompetitif dan mensejahterakan petani kelapa,” ucapnya.

Sosialisasi petani kopra putih di Butur juga dihadiri kadis Pertanian, kabid TTG dan SDA Dinas PMD, pimpinan cabang Bank Sultra Butur, pihak PT Inacom, staf ahli bupati, para kepala desa se-Kecamatan Kulisusu Barat, ketua BPD dan Bumdes se-Kecamatan Kulisusu Barat,dan petani kelapa.

Laporan: Ardian Saban
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan