PKM UHO Tawarkan Solusi Permasalahan Budidaya Tomat di Wolasi

  • Bagikan
Dokumentasi kegiatan PKM “ Pendampingan Teknik Budidaya Tomat Yang Mendukung Program Green Economy-Pertanian Berkelanjutan” Wolasi, Konawe Selatan

SULTRAKINI.COM: Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan pendampingan pembuatan demplot tomat pada petani tomat di Desa Wolasi, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan.

Tim PKM-UHO adalah Dr. Gusnawaty HS, SP, MP.,   Prof. Dr. Arifuddin Mas’ud, SE., M.Si. Ak., CA., ACPA, dan Muhammad Botek, SP, MP., dibiayai oleh Kemendikbud Ristek tahun anggaran 2022.

Tim melihat salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani tomat adalah gangguan hama dan penyakit, sehingga mereka menawarkan solusi melalui teknologi tepat guna berupa introduksi agens hayati trichoderma.

Selain itu adalah penyemaian benih tomat di dalam screen house ketat serangga, pembuatan bahan organik ferementasi, penanaman tanaman refugia di sekitar  pertanaman, penggunaan mulsa plastik hitam, dan aplikasi pupuk organik cair.  

Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan green economy pada budidaya tomat.

Untuk memudahkan introduksi TTG tersebut dibuat demplot budidaya tomat seluas ¼ ha di lahan milik petani.

Diawali dengan sosialisasi kegiatan ke mitra, kemudian dilakukan penyuluhan terkait teknik budidaya tomat mulai dari penyemaian sampai dengan pemeliharaan di lapang.

Sebagai contoh penyemaian tomat tidak lagi menggunakan polibag-plastik kecil tetapi menggunakan tray yang dapat digunakan beberapa kali sehingga lebih ramah lingkungan.

Baca:   Corps Alumni Kehutanan FHIL UHO Selenggarakan Mubes ke II 2022

Untuk memudahkan pelaksanaan di lapang tim PKM UHO didampingi oleh mahasiswa program MBKM.

Petani mitra bu Suni dkk. telah berhasil memanen tomat perdananya bersama dengan Camat Wolasi Bakri. 

Buah tomat merupakan komoditas yang mengandung tinggi vitamin C sehingga berperan mencegah sariawan, memelihara kesehatan gigi dan gusi, mempercepat sembuhnya luka serta mencegah kerusakan atau pendarahan pada pembuluh darah.

Senyawa likopen pada tomat dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung, tenggorokan dan kanker usus besar.

Berbagai manfaat tersebut mendorong masyarakat untuk mengonsumsi tomat, selain nilai ekonomi tomat juga cukup tinggi.

Laporan: Shen Keanu (Sumber Press Release)

  • Bagikan