PLN Aliri Listrik ke 12 Desa di Sulawesi, Dua di Sultra

  • Bagikan
Petugas PLN sedang menyambungkan listrik (Foto: Antara)

SULTRAKINI.COM: Perusahaan Listrik Negara (PLN) aliri listrik ke 12 desa yang tersebar di tiga provinsi di Sulawesi. Dua desa diantarannya terdapat di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada peringatan HUT RI ke-77.

Tiga provinsi tersebut yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar). General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar, Awaluddin Hafid, berhasil menghadirkan listrik ke 12 desa dan dusun di wilayah tersebut. Dengan adanya akses listrik ke wilayah itu, maka kualitas hidup masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan informasi dapat meningkat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan stakeholder sehingga listrik dapat dinikmati masyarakat setempat. PLN berkomitmen untuk mengaliri listrik desa demi desa dalam daerah 3 T untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat luas, serta anak-anak dapat belajar di malam hari,” ujarnya, Kamis (18 Agustus 2022) dilansir dari laman antaranews Sultra.

Dua desa di Sultra yang dialiri listrik yakni desa Iwoimea dusun 1 dan 2, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur dan desa Lerehoma dusun 3, Kecamatan Anggaber, Kabupaten Konawe.

Awaluddin merinci, total sebanyak 575 pelanggan yang berada di desa dan dusun tersebut telah menikmati listrik. Anggaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini bernilai investasi senilai Rp 2,3 miliar. Sumber dana diberikan dari dukungan pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Infrastruktur tersebut adalah jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 17,79 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 16,6i kms, serta 7 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 500 kilo Volt Ampere (kVA).

Baca:   Buang Limbah ke Sungai, PLN Ereke Didemo

Hal ini merupakan upaya PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik dalam melaksanakan mandat dari pemerintah sebagai BUMN yang menjalankan Public Service Obligation, serta fungsi sosial dalam rangka pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kehadiran listrik di desa daerah terpencil ini dapat memperluas pemerataan kelistrikan. Sampai dengan Juli 2022, total Rasio Elektrifikasi Provinsi Sulselrabar, tercatat sebesar 99,64 persen,” tambah Awaluddin.

Sementara itu Humas PLN wilayah Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongka mengatakan dengan adanya aliran listrik hingga ke pelosok dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hal tersebut adalah bukti nyata dari komitmen PLN untuk menghadirkan listrik hingga ke pelosok. Kami optimistis, kehadiran listrik dapat menggerakkan perekonomian warga sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya. (B)

Laporan: Tian
Editor: Feni Sul Fianah

  • Bagikan