SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kejuaraan Nasional Chess Open UHO Cup 2026 tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pijakan awal Universitas Halu Oleo (UHO) untuk mendorong pembinaan catur yang lebih luas di Sulawesi Tenggara.
Hal itu disampaikan Plt Rektor UHO Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., saat memberikan sambutan pada penutupan Chess Open UHO Cup 2026 di Auditorium Mokodompit UHO, Minggu (27/9/2026).
Khairul juga menyoroti kehadiran Adinda Fajar, seorang pecatur tunanetra yang turut ambil bagian dalam Chess Open UHO Cup 2026. Keterbatasan penglihatan tidak menghalanginya untuk bertanding, termasuk memainkan catur dengan cara meraba posisi buah catur di atas papan.
Kehadiran Fajar mendapat perhatian Khairul karena menunjukkan bahwa olahraga catur dapat diikuti siapa saja, termasuk penyandang disabilitas. Ia menilai semangat tersebut menjadi inspirasi bagi peserta dan pihak lain yang menyaksikan pertandingan.
“Kehadiran Adinda Fajar di turnamen ini tentu saja menginspirasi banyak pihak, termasuk saya sendiri ketika melihat bagaimana Adinda Fajar bermain dengan penuh semangat,” katanya.
“Kami juga menitip pada teman-teman di Pemprov Percasi supaya kejuaraan ini bisa kita lanjutkan di kemudian hari dengan penyelenggaraan yang lebih baik,” katanya.
Menurutnya, penyelenggaraan berikutnya perlu mulai diarahkan menjadi turnamen yang terafiliasi atau federated tournament, sehingga para peserta yang berprestasi dapat memperoleh rating catur yang diakui.
“Kalau boleh usul Pak Ketua Harian, berikutnya kita sudah harus berorientasi pada federated tournament, sehingga para pemenang yang berprestasi nanti bisa mendapatkan rating,” ujarnya.
Ia menilai turnamen dengan sistem rating perlu diperbanyak di daerah. Dengan begitu, para pecatur daerah memiliki kesempatan mengembangkan rekam prestasi tanpa harus selalu mengikuti pertandingan di luar daerah.
“Kita perlu memperbanyak turnamen di daerah-daerah supaya pemain-pemain di daerah juga punya kesempatan untuk memiliki rating,” jelas Khairul.
Khairul juga menyinggung keikutsertaan sejumlah pecatur dari luar Sulawesi Tenggara dalam Chess Open UHO Cup 2026. Menurutnya, kehadiran pemain dengan pengalaman lebih luas dapat menjadi motivasi bagi pecatur lokal untuk terus berkembang.
Ia turut menyoroti kehadiran Adinda Fajar yang tampil dalam kejuaraan tersebut. Khairul menyebut partisipasi para pemain menjadi bagian penting dalam membangun suasana kompetisi sekaligus memberikan inspirasi bagi peserta lainnya.
“Kehadiran Adinda Fajar di turnamen ini tentu saja menginspirasi banyak pihak, termasuk saya sendiri ketika melihat bagaimana Adinda Fajar bermain dengan penuh semangat,” katanya.
Selain keberlanjutan turnamen di daerah, Khairul mengaitkan pembinaan tersebut dengan agenda kejuaraan catur tingkat nasional. Para pecatur yang mengikuti Chess Open UHO Cup 2026 diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan sebelum menghadapi kompetisi berikutnya.
Salah satunya adalah kejuaraan nasional yang akan berlangsung di Banten pada 3 Oktober 2026. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para pecatur untuk kembali menguji kemampuan setelah mengikuti persaingan di Chess Open UHO Cup 2026.
Laporan: Andi Mahfud












