Polda Sultra Siaga Bencana, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

  • Bagikan
Pengecekan perlengkapan kesiapsiagaan di Mapolda Sultra, Jumat (5/6/2020). (Foto: Dok.Polda Sultra)

SULTRAKINI.COM: Polda Sulawesi Tenggara menggelar apel kesiapsiagaan dalam menghadapi antisipasi bencana alam 2020 di wilayah Sultra, Jumat (5 Juni 2020).

Meski diguyur hujan, personel Polda Sultra tetap menggelar apel di Lapangan apel Mapolda Sultra. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, sinergitas tetap terjalin antara pemerintah dan stakeholder.

Perlengkapan dan peralatan untuk mengantisipasi bencana alam diperiksa langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol Drs Merdisyam dan Wakapolda Brigjend Pol Drs Yan Sultra Indrajaya beserta PJU Polda Sultra. Kapolda juga mendengarkan penjelasan dari personel yang bertindak sebagai operator perlengkapan dan peralatan siap siaga tersebut.

Provinsi Sultra khususnya di sejumlah kabupaten termasuk ibu kota provinsi, Kota memiliki potensi bencana banjir. Kasus bencana alam termasuk terparah pernah terjadi, misalnya di Kabupaten Konawe Selatan dan Konawe Utara yang menyebabkan banyak warga terpaksa dingungsikan hingga berhari-hari.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

BMKG Warning
Di satu sisi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku 5-8 Juni 2020.

Dalam pantauan BMKG, tinggi gelombang lebih dari 2,5-4 meter (bahaya) berpeluang terjadi di perairan Manui Kendari bagian timur, laut banda timur Sultra bagian utara dan timur, barat, dan selatan, perairan utara Wakatobi bagian barat dan timur, serta perairan selatan Wakatobi bagian timur.

Baca:   Sat Brimob Polda Sultra Bagikan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Berikutnya tinggi gelombang lebih dari 1,25-2,5 meter (waspada) berpeluang terjadi di perairan Banggai bagian selatan, perairan Teluk Tolo bagian barat dan timur, perairan Manui Kendari bagian barat, perairan Baubau bagian selatan, dan perairan selatan Wakatobi bagian barat.

BMKG memperingatkan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, kapal kargo/pesiar.

Editor: Sarini Ido

  • Bagikan