Polsek dan Koramil Gu Kompak Imbau Masyarakat Buteng Jauhi Miras

  • Bagikan

SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Polsek Gu bersama Koramil 1413-10/Gu bekerjasama melakukan pengamanan dalam Operasi Lilin Anoa yang bertepatan dengan momen perayaan Natal tahun 2016 dan menyambut pergantian tahun 2017.

Aparat gabungan Polisi dan TNI yang berjumlah 15 personil ini, kompak bersiaga di Pospam Gereja Santa Maria Ratu Damai Desa Lakapera Kabupaten Buton Tengah

Saat ditemui pada Minggu (25/12/2016), Kapolsek Gu, Ipda Muhammad Tahir SH mengatakan, pihaknya bersama pemerintah daerah dan Koramil 1413-10/Gu selalu mengadakan koordinasi dan kerjasama dalam patroli maupun penjagaan. 

“Tadi malam itu (Sabtu malam) kita sudah antisipasi, kami melakukan patroli bareng-bareng, jaga bareng-bareng di Desa Lakapera dan di semua wilayah Kecamatan Gu, dan alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan tentang masalah kejadian dan sebagainya,” ucapnya.

Dijelaskan, perintah pengamanan yang dia laksanakan sesuai mekanisme kepolisian. Instruksi ia terima dari atasan, diteruskan hingga ke lapisan terkecil melalui jalur komando. “Kemudian seperti Babinkamtibmas kita kedepankan. Tadi malam itu Babinkamtibmas, saya dan kawan-kawan yang lain tidur di sana (Pospam),” jelasnya.

Kapolsek Gu menghimbau seluruh komponen masyarakat, terus menjaga stabilitas keamanan salah satunya dengan menghindari penggunaan minuman keras (Miras). Karena menurutnya, sumber semua masalah hampir 100 persen dari Miras. 

Baca:   Atasi Devisit, Ini Strategi Pemda Konawe

Di tempat terpisah, Danramil 1413-10/Gu Kapten Inf. Salimin menjelaskan, perintah yang diterima melalui jalur komando Panglima TNI, bila ada perayaan secara otomatis pihak Koramil wajib mengadakan pengamanan di wilayah teritorialnya. 

“Dalam rangka peringatan Hari Natal seperti ini, untuk di wilayah kami yang ada gereja maka otomatis kami dari Koramil turun melakukan pengamanan memback-up rekan-rekan dari kepolisian,” katanya.

Kapten Salimin selaku Danramil di Kecamatan Gu, mengharapkan seluruh lapisan masyarakat tidak saling mengejek dengan penganut agama yang berbeda keyakinan.

“Marilah kita secara bersama-sama menjaga keamanan, karena keamanan ini bukan hanya tugasnya aparat TNI dan Kepolisian, tapi merupakan tugas kita semua termasuk semua lapisan masyarakat. Kemudian kita jangan saling mengejek penganut agama lain, kita harus saling tenggang rasa dan menghargai pemeluk agama lain,” tutupnya.

Laporan: Ali Tidar

  • Bagikan