Potensi Lahan Kering Bombana untuk Budidaya Bawang Merah dan Pengembangan Peternakan Sapi

  • Bagikan
Sosialisasi skim PDB oleh tim pelaksana kepada mitra sasaran di Desa Watukalangkari, Rumbia, Bombana pada tanggal 23 Juni 2024. FOTO: IST

SULTRAKINI.COM: Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, memiliki potensi lahan kering yang luas untuk pengembangan komoditas pertanian, khususnya bawang merah. Pengembangan bawang merah di wilayah ini menjadi penting mengingat nilai ekonomisnya yang menjanjikan dan potensinya sebagai penopang ekonomi keluarga.

Agar produktivitas bawang merah di Bombana dapat menyamai daerah penghasil bawang lainnya, diperlukan penerapan teknik budidaya yang baik.

Selain itu, Kabupaten Bombana juga memiliki populasi sapi yang cukup signifikan. Umumnya, sistem pemeliharaan ternak sapi dilakukan secara ekstensif, sehingga pemanfaatan limbah feses belum maksimal.

Untuk itu, Desa Watukalangkari yang telah ditetapkan sebagai desa binaan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO), menjadi lokasi pelaksanaan program pengabdian multi tahun dalam skim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).

Tim Pengabdian dari Universitas Halu Oleo dan Universitas Lakidende melakukan hilirisasi hasil penelitian untuk mendampingi petani bawang dan peternak sapi di Desa Watukalangkari, Kecamatan Rumbia, Bombana.

Tim ini terdiri dari Dr. Ir. Hj. Gusnawaty HS, SP., MP., IPM., Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., Rahim Aka, S.Pt., MP dari UHO, dan Kalis Amartani, S.Si., MP dari Universitas Lakidende. Mereka berhasil mendapatkan skim pengabdian kompetitif nasional PDB yang didanai oleh Kemendikbudristek melalui Direktorat Riset Teknologi Pengabdian Masyarakat (DRTPM) tahun 2024.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Desa Watukalangkari, Dinas Pertanian Bombana, serta Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) UHO dan Lakidende, yang berperan penting sejak tahap penyusunan proposal hingga pelaksanaan program.

Tim pengabdian PDB akan melaksanakan beberapa hilirisasi hasil penelitian yang mencakup peningkatan produktivitas bawang merah, pengendalian hama dan penyakit ramah lingkungan, produksi bahan organik fermentasi, dan teknologi lainnya. Program ini diharapkan dapat mewujudkan Desa Watukalangkari sebagai salah satu desa penyuplai bawang merah di Sulawesi Tenggara.

Pada tanggal 23 Juni 2024, Tim Pengabdian PDB telah melakukan sosialisasi kegiatan kepada kelompok tani dan ternak yang menjadi mitra sasaran, serta pemerintah Desa Watukalangkari. Mitra sasaran yang terdiri dari kelompok masyarakat produktif secara ekonomi akan didampingi secara teknis untuk meningkatkan produktivitas bawang dan memanfaatkan limbah feses menjadi pupuk organik, serta teknologi lainnya.

Kepala Desa Watukalangkari telah menggerakkan mitra sasaran untuk menyiapkan lahan demplot atau pekarangan rumah masing-masing.

Kolaborasi antara tim pelaksana PDB, pemerintah desa, dan mitra sasaran diharapkan dapat mewujudkan Desa Watukalangkari sebagai desa sentra produksi bawang merah. Kegiatan PDB ini berlangsung selama tiga tahun, dengan evaluasi tahunan oleh DRTPM Kemendikbudristek.

Pada akhir kegiatan, Desa Watukalangkari diharapkan dapat menjadi science technopark perguruan tinggi di bidang pertanian dan peternakan.

Citizen Journalism: Gusnawaty HS, dkk

Editor: M Djufri Rachim/SultraKini.com

  • Bagikan