Potongan Tubuh Jurnalis Jamal Khashoggi Dicari di Hutan

  • Bagikan
Polisi Turki tiba di Konsulat Arab Saudi Istanbul, untuk melakukan penyelidikan hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi (Foto: VOAIndonesia)
Polisi Turki tiba di Konsulat Arab Saudi Istanbul, untuk melakukan penyelidikan hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi (Foto: VOAIndonesia)

SULTRAKINI.COM: Jurnalis Jamal Khashoggi yang berusia 59 tahun asal Arab Saudi yang menghilang pada selasa 02 Oktober 2018, ketika hendak mengurus dokumen keimigrasian Istanbul, Turki.

Menurut sumber pejabat di Turki, dari hasil penggeledahan di kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, selama sembilan jam diduga Khashoggi dilaporkan tewas akibat” kecelakaan yang mencurigakan”dikutip CNN.com, Rabu (17/10/2018).

Pihak kepolisian Turki belum menerima sumber yang telah didapat sehingga melakukan penyelidikan lebih mendalam. Menurut rekaman audio diduga Jamal Khashoggi dimutilasi, karena terdengar suara al-Tubaigy sedang memutilasi Khashoggi.

Pejabat itu mengatakan bahwa peneliti juga mengumpulkan banyak sampel dari beberapa lokasi, termasuk tanah dan air di gedung konsulat untuk menganalisis jejak DNA Khashoggi.

Hasil penyelidikan membuktikan, Khashoggi diduga kuat tewas dibunuh dengan cara dimutilasi saat diiterogasi di dalam gedung konsulat. Korban juga disuntikan cairan asam sebelum dimutilasi agar ia tidak berteriak.

Sumber Turki mengatakan kepada New York Times, pelaku lain yang diidentifikasi merupakan dokter bedah bernama al-Tubaigy kemudian memulai proses mutilasi Khashoggi. Sambil memotong tubuh Khashoggi menggunakan gergaji tulang. Pejabat Turki menerangkan Tubaigy mengenakan earphone, dan memutar musik.

Diwartakan Sky News, Kamis (18/10/2018), sumber dari penyelidik Turki berujar, mereka memasukan potongan tubuh ke dalam 15 kantong plastik. Dari rekaman pembunuhan yang didapatkan, dilaporkan kontributor media Amerika Serikat (AS) The Washington Post itu diseret di sebuah ruangan.

Baca:   Indonesia Juara III Kalahkan Ratusan Pemanah Tradisional Tingkat Dunia

Di sana, Khashoggi disiksa sehingga teriakannya didengar staf konsulat. “Lakukan ini di luar. Kalian bisa membuatku terkena masalah,” kata Otaibi dalam rekaman. “Diam jika Anda masih ingin hidup ketika kembali ke Saudi,” jawab salah satu pelaku kepada Otaibi. Rekaman yang memperdengarkan bahwa Khashoggi sempat disiksa.

Kepolisian Turki mencari potongan tubuh jurnalis pengritik rezim Raja Salman. Pihaknya memperluas pencarian setelah melacak rute mobil yang meninggalkan konsulat Saudi pada 2Oktober.Pelaku diduga membuang potongan tubuh Khashoggi di hutan Belgrad yang berdekatan dengan Istanbul dan di sebuah lokasi pedesaan dekat Kota Yalova.

Pihak Saudi bersikukuh khashoggi telah meninggalkan gedung dengan selamat, Namun sumber internal Turki mengatakan bahwa Khashoggi telah dibunuh di dalam gedung. Sementara The New York Times mengungkap identitas sebagian pelaku, yakni Tubaigy yang menjabat sebagai Kepala Dewan Sains Forensik Saudi dan pejabat tinggi sekolah kedokteran setempat.

Ada juga Maher Abdulaziz Mutreb, pernah bertugas sebagai diplomat di Inggris, dia dilaporkan merupakan pengawal Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

The Times mengonfirmasi setidaknya sembilan dari 15 pelaku yang terlibat dalam menghilangnya Khashoggi bekerja di dinas keamanan, militer, maupun badan pemerintah lainnya.

“Penyelidikan ini menimbulkan kecurigaan bahwa jenazahnya mungkin berada di kota Yalova dan hutan Belgrad. Polisi telah mencari ke daerah-daerah ini,” kata seorang pejabat anonim kepada Reuters.

Baca:   Presiden Jokowi: Kecam Rencana AS Pindahkan Kedutaan Besarnya ke Jerusalem

“Saya berharap penyelidikan ini segera membuahkan hasil dan mengungkap kejadian itu dengan logis. Kami juga mencari apakah ada material beracun atau benda-benda yang sengaja dipindahkan buat menutupi kejadian ini,” kata Erdogan. (ayp)

Skandal ini yang membuat hubungan antara Saudi dan Turki menjadi tegang. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintahkan aparatnya menyelidiki hilangnya Khashoggi hingga tuntas.

Dari berbagai sumber
Laporan: Wa Ode Rahma Maulidya Wuna&Yuti Sandra J

  • Bagikan