PPKM level 3 di kendari Berlanjut Hingga 6 September 2021, Cek Aturan Wali Kota

  • Bagikan
Kondisi lapak PKL di Pelataran Tugu Religi Eks MTQ di Kota Kendari, saat PPKM (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)
Kondisi lapak PKL di Pelataran Tugu Religi Eks MTQ di Kota Kendari, saat PPKM (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, memutuskan menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah mulai hari ini, 24 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021 mendatang termasuk wilayah luar Pulau Jawa-Bali.

Sementara itu, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berdasarkan surat Keputusan Wali Kota Kendari Nomor 705 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3 dalam rangka mengendalikan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) diberlakukan mulai 24 Agustus 2021 sampai 6 September 2021.

Adapun aturan lanjutan PPKM level 3 di Kota Kendari, antaralain sebagai berikut:

1. Pelaksanaan kegiatan di tempat kerja/perkantoran di berlakukan 75 persen WFH dan 25 persen WFO dengan penerapan prokes lebih ketat.

2. Pelaksanaan pembelajaran disatuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomt 03/KB/2021, Nomor 384 tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 tahun 2021 tentang panduan penyelenggara pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kepastian maksimal 50 persen, untuk;

a. SDLB,MILB, SMPLB, MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal 5 peserta didik perkelas.

b. PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal peserta didik per kelas.

3. Sektor esensial bisa tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Beberapa hal itu meliputi kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek vital nasional dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional serta objek tertentu, tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat;

Baca:   Menggiring Mahasiswa UMK Melakoni Dunia Wirausaha

4. Industri dapat beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, namun apabila ditemukan klaster penyebaran COVID-19, maka industri bersangkutan ditutup selama 5 (lima) hari;

5. Pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, handsanitizer, yang pengaturan teknisnya akan diatur lebih lanjut;

6. Kegiatan makan/minum di tempat umum, antaralain:

a. Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan kapasitas 50 persen sampai dengan jam 22.00 wITA dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;

b. rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada pada lokasi sendiri dapat melayani makan ditempat/dine in dengan kapasitas 50 persen dan menerima makan dibawa pulang/ delivery/ take away sampai dengan jam 22.00 WITA dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

c. Restoran/rumah makan, kafe dengan skala sedang dan besar baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/ mall dapat melayani makan ditempat/ dine in dengan kapasitas 50 persen dan menerima makan dibawa pulang/ delivery/ take away sampai dengan jam 22.00 WITA dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat; dan

Baca:   Miliki Tembakau Gorilla Mahasiswa 21 Tahun Dibekuk Polisi

d. Tempat Hiburan Malam (THM) diizinkan buka dengan kapasitas 50 persen sampai dengan jam 22.00 Wita.

7. Pusat perbelanjaan/ Mall/ pusat perdagangan diperbolehkan buka sampai dengan pukul 20:00 WITA dengan kapasitas 50 persen;

8. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) dapat beroperasi 100% (seratus persen);

9. Tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) dapat mengadakan kegiatan pengaturan kapasitas maksimal 50 persen dengan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama;

10. Kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) paling banyak 25 persen dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan ditempat;

11. Seluruh kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman, tempat wisata atau area publik lainnya) ditutup untuk sementara waktu, serta kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan dilarang untuk sementara waktu;

12. Seluruh kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup untuk sementara waktu;

13. Kegiatan olahraga/pertandingan olahraga diperbolehkan, antara lain:

a. Diselenggarakan oleh Pemerintah tanpa penonton atau suporter dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat;

b. Olahraga mandiri/individual dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

14. Pelaksanaann rapat/seminar/pertemuan ditempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup untuk sementara waktu;

15. Transportasi umum (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;

16. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) harus:

Baca:   Sultra Diprediksi Akan Menjadi Penyuplai Baterai Mobil Listrik Terbesar Dunia

a. menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama);

b. menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut; dan

c. untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

17. Tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan diluar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker.

18. Pelaksanaan di tingkat RT/RW Kelurahan dan Kecamatan tetap berlaku dengan mengaktifkan posko-posko di setiap tingkatan dengan melihat kriteria zonasi pengendalian wilayah.

Sementara itu, update Covid-19 Kota Kendari pada Senin 23 Agustus 2021, tercatat kasus positif baru 23 orang, terdiri dari Kecamatan Baruga 3 orang; Kecamatan Kadia 3 orang; Kambu 2 orang; Kendari Barat 2 orang; Kecamatan Poasia 10 orang; Puuwatu 2 orang; dan Kemacetan Wua-wua 1 orang.

Sedangkan kasus sembuh 12 orang, dengan sebaran Kecamatan Baruga 4 orang; Kadia 2 orang; Madonga 2 orang; Nambo 1 orang; Kecamatan Wua-wua 1 orang; Poasia 2 orang. Sehingga total kasus 7.047 Orang.

“Persentasi kesembuhan, 22 Agustus 93,69 persen.  Untuk kasus meninggal tidak ada dan jumlah keseluruhan kasus meninggal akibat Covid-19 Kota Kendari 94 Orang, demi ikhtiar kita melawan Covid-19, mari sukseskan vaksinasi di Kota Kendari. Jangan takut untuk vaksin,” ujar dr. Algazali Amirullah, Jubir Kota Kendari, dalam keterangan persnya, Senin (23 Agustus 2021).

Ia juga mengajak masyarakat  tetap menerapkan 5M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas). (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan