PPnBM 0 Persen Diperpanjang, Unit Toyota Diskon Rp62 Jutaan

  • Bagikan
Kalla Toyota menggelar Press Conference terkait relaksasi PPnBM Jumat (2/7/2021). (Foto: Ist)
Kalla Toyota menggelar Press Conference terkait relaksasi PPnBM Jumat (2/7/2021). (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen resmi diperpanjang hingga Agustus 2021 oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Perindustrian resmi. 

Pemberian relaksasi ini tentunya diharapkan mampu mempertahankan serta mendongkrak sektor otomotif nasional setelah terdampak pandemi Covid-19 dalam satu tahun belakangan.

Adapun tipe-tipe kendaraan bermotor yang mendapatkan fasilitas disebutkan dalam Keputusan Menteri Perindustrian (Kepmenperin) Nomor 839 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor dengan PPnBM atas penyerahan BKP yang tergolong mewah ditanggung oleh pemerintah yaitu dengan ttal ada 23 mobil yang dapat diskon PPnBM. Tipe yang dapat diskon TKDN-nya sudah 70 persen. 

Melihat peluang ini Kalla Toyota pun langsung merespon kebijakan pemerintah tersebut dengan kembali memberikan potongan harga hingga puluhan juta rupiah pada model kendaraannya yang terkena subsidi dari program ini, yaitu Toyota Vios, Yaris, Avanza, Sienta, Rush dan Raize. Oleh karena itu, pelanggan diharapkan untuk tidak lagi melewatkan kesempatan yang spesial ini. 

Adapun rata-rata kisaran penurunan harga kendaraan di Kalla Toyota setelah PPnBM 0 persen diperpanjang sama dengan kebijakan sebelumnya seperti Avanza turun Rp14 jutaan, Rush turun Rp18 jutaan serta Raize yang juga turun Rp18 jutaan. 

Kemudian, Yaris turun Rp20 jutaan, Sienta turun Rp22 jutaan dan Vios turun hingga Rp62 jutaan. Dengan demikian, memang akan sangat menguntungkan bagi pelanggan jika membeli kendaran saat ini. 

Baca:   Divisitasi, UMK Target Akreditasi B

Marketing & Customer First General Manager Kalla Toyota, Fajriaty Muhammadiah, mengatakan Kalla Toyota menyambut baik adanya kebijakan dari pemerintah yang telah memperpanjang relaksasi PPnBM 0 persen. Ini tentunya menjadi kabar bahagia untuk kita semua. 

“Kami mengajak pelanggan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan spesial yang kembali diberikan untuk pelanggan. Kapan lagi bisa menikmati potongan harga kendaraan secara besar-besaran seperti ini. Untuk itu, segera kunjungi Kalla Toyota terdekat di kota Anda dan segera lakukan pembelian Toyota impian Anda,” ujar Fajriaty Muhammadiah, Jumat (2/7/2021)

Selain potongan harga kendaraan, Kalla Toyota juga menawarkan program penjualan terbaiknya pada Juli 2021 yang bertajuk “Juli Rebound: PPnBM 0 persen Gasskeun!!”. 

Melalui program tersebut, selain harga yang lebih murah pelanggan dapat membawa pulang Toyota impian dengan DP rendah mulai dari 15 persen dan angsuran sangat ringan mulai dari Rp2 jutaan. 

Benefit lainnya ialah free asuransi 1 tahun, free aksesoris & kaca film, free compliment Covid-19, free welcome pack hingga free biaya jasa service berkala. Tak hanya itu, bulan ini, pelanggan juga bisa mendapatkan subsidi trade-in 3 juta apabila melakukan kendaraan via program Deal Cermat. 

Kalla Toyota juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi pelanggan yang melakukan pembelian kendaraan, seperti grand prize kali ini ialah 1 unit Toyota Agya dan 1 unit motor Benelli Motobi 152.

Baca:   BMKG: Aktivitas Sesar Lawanopo Picu Gempa di Kendari

Selain itu, ada pula doorprize mingguan berupa sepeda lipat, smartwatch, smartphone, headphone, evaporation air cooler hingga saldo e-money senilai ratusan ribu rupiah apabila melakukan SPK dalam Customer Gathering Online Kalla Toyota yang digelar tiap pekan. 

“Dengan diperpanjangnya kebijakan PPnBM 0 persen, Kalla Toyota pun optimis semakin dapat mendongkrak jumlah penjualannya,” terangnya.

Tercatat Kalla Toyota telah memimpin pasar otomotif di seluruh area penjualannya di Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara dengan meraih market share 33.93 persen selama Januari-Mei 2021.

Adapun market share yang diperoleh khusus di Sulawesi Selatan sebesar 32,29 persen, Sulawesi Barat sebesar 39,2 persen, Sulawesi Tengah 42,61 persen dan Sulawesi Tenggara 42,03 persen. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan