PT Jasa Raharja Santuni Korban Kecelakaan Speedboat di Tual

  • Bagikan
Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono. (Foto: Ist)
Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: PT Jasa Raharja memberikan santunan kepada korban kecelakaan Speedboat Rajawali 03 tujuan Tual-Banda Eli mengalami kecelakaan di perairan Tanjung Burang Ohoi Waer dikarenakan cuaca buruk.

Kapal tersebut mengalami kecelakaan di Perairan Tanjung Burang, Kabupaten Maluku Tenggara, akibat cuaca buruk pada Sabtu, (21 Februari 2022).

Speedboat yang mengangkut 25 orang penumpang tersebut dihantam gelombang setinggi 5 meter yang mengakibatkan kapal kandas dan penumpang terjatuh ke laut. Dari 25 penumpang Speedboat 19 orang berhasil selamat sedangkan 6 orang meninggal dunia.

“Petugas Jasa Raharja setelah mendapat laporan kecelakaan tersebut langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat untuk melakukan pendataan korban kecelakaan baik yang meninggal dunia ataupun mengalami luka-luka,” jelas Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono dalam siaran persnya di Jakarta, yang diterima media ini, Sabtu (26 Februari 2022)

Rivan mengatakan, seluruh penumpang Speedboat Rajawali 3 yang mengalami kecelakaan di perairan Tual Maluku baik korban meninggal dunia dan luka-luka terjamin oleh Jasa Raharja sesuai dengan Program Perlindungan Dasar Kecelakaan Penumpang Angkutan Umum.

Dimana Jasa Raharja memberikan santunan kecelakaan kepada setiap orang yang meninggal dunia/cacat tetap
dan penggantian biaya rawatan akibat kecelakaan yang disebabkan oleh penggunaan angkutan umum.

Baca:   Dirjen Perhubungan RI Dianugerahi Penghargaan oleh ICAO di Kanada

Santunan tersebut berasal dari iuran wajib kapal laut (IWKL) yang dibayarkan penumpang bersamaan saat membayar ongkos angkut/tiket.

“Ahli waris yang sah dari korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta sementara untuk korban luka-luka seluruh biaya perawatan akan ditanggung oleh Jasa Raharja maksimal Rp 20 juta sesuai dengan sesuai ketentuan PMK Nomor 15 Tahun 2017,” ungkap Rivan.

Dia juga menyampaikan bahwa sampai dengan hari Kamis (24/2) santunan untuk seluruh korban meninggal dunia sudah diserahkan santunan. Sementara untuk korban yang lain masih dalam proses verifikasi mengingat kondisi geografis domisili ahli waris dan terkendala dengan larangan berlayar karena kondisi cuaca.

“Dengan sistem pelayanan santunan Jasa Raharja saat ini sudah terintegrasi secara digital dengan Rumah Sakit, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri serta dengan semangat melayani dengan core value AKHLAK dari Insan Jasa Raharja tentunya akan mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat walaupun berada di daerah kepulauan sekalipun, sehingga santunan dapat segera diserahkan secara utuh,” tutup Rivan.

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan