Puluhan Paralegal Siap Dampingi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Konawe

  • Bagikan
Peserta pelatihan paralegal saat berpose bersama di sesi terakhir acara pelatihan. (Foto: Mas Jaya/SULTRAKINI.COM)
Peserta pelatihan paralegal saat berpose bersama di sesi terakhir acara pelatihan. (Foto: Mas Jaya/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Pelatihan paralegal untuk pendampingan dan advokasi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Konawe berakhir, Jumat (14/12/2018). Kegiatan hasil kerja sama antara Forum Puspa Sultra dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Konawe itu telah melahirkan puluhan paralegal yang siap mendampingi korban kekerasan.

Peserta yang telah mendapatkan pembekalan merupakan orang-orang dengan latar belakang profesi yang berbeda. Ada mahasiswa, jurnalis, guru, camat dan jabatan ASN lainnya, serta mereka yang berada dari komunitas perempuan seperti Persatuan Buruh Migran (PBM) Konawe dan Jaringan Perempuan Usaha Kecil (Jarpuk) Konawe.

Selama tiga hari ini (12-14/12/2018), 30 orang peserta pelatihan mendapatkan berbagai pembekalan untuk menjadi tenaga paralegal yang siap pakai. Mulai dari pengenalan UU perlindungan perempuan dan anak, masalah gender, etika seorang paralegal, simulasi bagaimana menghadapi persoalan di lapangan dan pembuatan rencana aksi.

Ketua Forum Puspa Sultra, Hasmida Karim, menuturkan pihaknya berharap peserta pelatihan menjadi paralegal yang aktif mendampingi. Pihaknya sendiri akan mengontrol bagaimana implementasi hasil pelatihan terkait penerapannya di lapangan.

“Diakhir sesi pelatihan kita ada materi bagaimana membuat rencana kegiatan untuk paralegal saat terjun di masyarakat. Kita akan kontrol bagaimana pelaksanannya nanti,” ujarnya.

Baca:   Dualisme Lira Konawe Memanas, Roland Siap Polisikan Aswan Cs

Sementara itu, Kadis PPPA, cici Ita Ristianty melalui salah satu kepala bidangnya, Arifuddin saat menutup acara berharap, paralegal hasil pelatihan bisa menjadi mitra DPPPA dalam menangani kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Konawe. Jika ada temuan, jangan ragu untuk meminta bantuan dari dinasnya.

“Harapannya kita bisa jadi mitra dan bekerja sama untuk mendampingi kasus kekerasan perempuan dan anak sampai mendapatkan keadilan.

Untuk diketahui, Puspa merupakan akronim dari Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak. Forum tersebut merupakan mitra strategis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak dalam menggalakan program, Three Ends. Yakni, mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan orang dan mengakhiri kesenjangan sosial.

Laporan: Mas Jaya
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan