Ratusan Security UHO Kawal Pendistribusian Soal SBMPTN

  • Bagikan
Proses pendistribusian soal tes SBMPTN oleh panita lokal di Universitas Halu Oleo Kendari yang dipimpin langsung Muhammad Zamrun Firihu selaku Rektor, Selasa (8/5/2018). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM) 
Proses pendistribusian soal tes SBMPTN oleh panita lokal di Universitas Halu Oleo Kendari yang dipimpin langsung Muhammad Zamrun Firihu selaku Rektor, Selasa (8/5/2018). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM) 

SULTRAKINI.COM: KENDARIUniversitas Halu Oleo Kendari menurunkan 192 security untuk mengawal pendistribusian soal tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN), Selasa (8/5/2018). Ujian hanya sehari itu, menggunakan 757 ruangan yang tersebar di 11 lokasi. Selain proses ujian secara manual atau Paper Based Test (PBT), juga dilakukan versi
Computer Based Test (CBT).

Total peserta SBMPTN, yakni 11.780 orang dengan rincian peserta PBT sebanyak 400 orang dan peserta CBT sebanyak 11.380 orang.

Peserta CBT menggunakan ruang UPT Bahasa, Fakultas Kedokteran, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Peternakan, Pertanian, Fakultas Teknologi dan Ilmu Kebumian, dan gedung Pustik UHO.

Sementara lokasi ujian lainnya tersebar di Pasca Sarjana UHO, SMAN 9 Kendari, SMAN 1 Kendari, SMPN 1 Kendari, SMAS Kartika Kendari, MAN 1 Kendari, SMKN 2 Kendari, SMKN 3 Kendari, SMKN 4 Kendari, dan SMPN 10 Kendari.

Proses ujian menggunakan tiga shift. Pertama, pukul 8.30 Wita, kedua pukul 11.00 Wita, dan ketiga pukul 14.00 Wita.

“Sejak pendistribusian pertama sampai yang kedua ini masih berjalan lancar. Setiap ruangan itu ada dua puluh siswa peserta ujian,” kata Panitia Lokal juga Wakil Rektor I UHO, La Hamimu, Selasa (8/5/2018).

Baca:   Seorang Dosen Kehutanan UHO Pimpin Asosiasi Mikoriza Indonesia

Panitia juga menyediakan soal cadangan yang dikemas sekira delapan dus sesuai dengan jumlah sesi yang ada.

“Soal cadangan juga ada kita sediakan, ada sekitar delapan dos sesuai jumlah sesi tiga sesi, tapi kalau sesi tiga cuman tiga,” jelas La Hamimu.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan