Realisasi APBN Semester I-2021 di Sultra Dipengaruhi Dampak Covid-19

  • Bagikan
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Realisasi APBN sampai dengan semester I pada 2021 di Provinsi Sulawesi Tenggara secara umum masih dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai sekarang.

Belanja pemerintah pusat yang dialokasikan kepada satker-satker kementerian/lembaga lingkup Sultra persemester I-2021 melampaui target penyerapan nasional, yaitu 40 persen.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sultra mencatatkan, total realisasi belanja pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga di Sultra mulai dari belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, dan belanja bantuan sosial pada semester I-2021 mencapai Rp 3,43 triliun, atau sekitar 45,19 persen dari total pagu senilai Rp 7,59 triliun. Terpantau terjadi peningkatan persentase penyerapan dibandingkan semester I-2020 sebesar 38,51 persen.

Adapun rincian realisasi perjenis belanja semester I-2021 disampaikan Kepala Kanwil DJPb Sultra, Arif Wibawa, mencakup belanja pegawai Rp 1,21 triliun atau sekitar 50,70 persen dari total pagu Rp 2,38 triliun, belanja barang Rp 1,07 triliun atau sekitar 38,65 persen dari pagu Rp 2,76 triliun, realisasi belanja modal Rp 1,15 triliun atau sekitar 47,23 persen dari pagu Rp 2,44 triliun.

“Sedangkan belanja bantuan sosial dari pagu Rp 8,18 miliar sampai dengan akhir semester I-2021 terealisasi Rp 3,34 miliar atau sekitar 40,79 persen dari pagu Rp 8,18 miliar,” jelasnya, Rabu (21/7/2021).

Baca:   Kota Baubau Dapat Penghargaan STBM dari Kemenkes RI

Selanjutnya, realisasi transfer ke daerah dan dana desa di Sultra pada semester I-2021 mencapai Rp 7,76 triliun atau 46,06 persen dari alokasi Rp 16,86 triliun, realisasi dana bagi hasil Rp 509,79 miliar dari alokasi Rp 906,12 miliar (56,26 persen), dan dana alokasi umum terealisasi Rp 4,90 triliun (52,89 persen) dari alokasi Rp 9,28 triliun, dana insentif daerah dari alokasi Rp 412,13 miliar terealisasi Rp 206,06 miliar ( sekitar 50 persen).

Arif Wibawa juga menyampaikan, realisasi DAK Nonfisik pada semester I-2021 mencapai Rp 1,27 triliun (57,56 persen) dari alokasi Rp 2,21 triliun.

“Jadi pada DAK Nonfisik, Pemerintah Pusat memberikan hibah kepada beberapa pemda dengan realisasi Rp 169,30 juta dari pagu Rp 127,91 miliar,” ujarnya.

Sementara penyaluran DAK Fisik baru mencapai Rp 217,54 miliar atau 9,50 persen dari alokasi Rp 2,29 triliun.

Terkait dana desa yang disalurkan pada triwulan II-2021 mencapai Rp 652,40 miliar atau sekitar 39,86 persen dari alokasi Rp1,64 triliun. Khusus penyalurannya pada tahap I oleh KPPN lingkup Provinsi Sultra dilakukan pada 1.881 desa dari 1.908 desa di 15 kabupaten.

Ditambahkan Arif Wibawa, dalam rangka penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah Pusat menyalurkan berbagai bantuan di Provinsi Sultra. Sampai pada 2 Juli 2021 bantuan disalurkan senilai Rp 1,68 triliun pada sektor kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, serta dukungan pada UMKM serta korporasi senilai Rp 491,63 miliar.

Baca:   Dampak Covid-19 di Wakatobi, Pengkreditan Stagnan dan Kredit Macet Naik Satu Persen

Belanja negara pada APBN t2021 diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi
nasional yang terdampak pandemi Covid-19 sesuai tema kebijakan fiskal percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi. Untuk itulah pemda maupun satker kementerian/lembaga diharapkan segera merealisasikan anggarannya untuk tujuan tersebut.

Untuk diketahui, penerimaan negara di Provinsi Sultra berdasarkan data Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama serta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai lingkup Sultra sampai dengan semester I-2021, menunjukkan penerimaan negara bersumber dari penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp 1,43 triliun atau 41,86 persen dari target penerimaan 2021 senilai Rp 3,42 triliun.

Penerimaan perpajakan termasuk dari Bea dan Cukai terealisasi Rp 1,20 triliun atau 40,21 persen dari target penerimaan perpajakan Rp 2,99 triliun, sedangkan PNBP tercapai Rp 228,60 miliar atau sekitar 53,38 persen dari target PNBP Rp 428,23 miliar. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan